Kementan dan Pemprov Sulsel percepat implementasi pertanian modern AAS
SulawesiPos.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) dan Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia berkolaborasi intensif untuk mempercepat implementasi Program Perluasan Penerapan Budi Daya Padi metode Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS).
Program strategis ini menargetkan pengembangan lahan seluas 91. 340 hektare di Sulawesi Selatan pada tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian integral dari upaya nasional untuk mencapai swasembada pangan dan memperkuat posisi Sulsel sebagai salah satu lumbung pangan utama di Indonesia.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sulsel, Jufri Rahman, menegaskan komitmen Pemprov Sulsel dalam mendukung penuh pelaksanaan PM-AAS. Menurutnya, program ini krusial untuk meningkatkan produksi pangan, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan secara langsung meningkatkan kesejahteraan petani.
“Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Sulawesi Selatan menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan daerah,” kata Jufri saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Program PM-AAS di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (20/7/2026). Jufri menambahkan bahwa sinergi antara seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat. Hal ini penting agar sektor pertanian mampu memberikan kontribusi maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Selatan.
Transformasi Pertanian Konvensional ke Modern Program PM-AAS dinilai sebagai langkah strategis untuk mentransformasi sistem pertanian dari pola konvensional menuju pertanian modern berbasis mekanisasi. Transformasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha tani secara signifikan.
“Saya berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemda, penyuluh pertanian, akademisi dan petani semakin kuat,” ucap Jufri. Ia berharap sinergi ini mampu meningkatkan produktivitas padi sekaligus memperkokoh posisi Sulsel sebagai salah satu penyangga utama ketahanan pangan nasional.
Target pengembangan PM-AAS seluas 91. 340 hektare di Sulawesi Selatan merupakan bagian dari target nasional. Angka ini harus direalisasikan pada tahun 2026 untuk mendukung visi swasembada pangan. Dukungan Peningkatan Produktivitas dan Swasembada Pangan
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBMP) Sulawesi Selatan, Zainal Abidin, menjelaskan bahwa target penerapan PM-AAS tersebut merupakan bagian dari strategi besar. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dalam mendukung swasembada pangan nasional.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Muhammad Taufiq Ratule, menegaskan komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan sektor pertanian. Komitmen ini diwujudkan melalui perluasan pemanfaatan lahan, peningkatan produktivitas, serta pelaksanaan berbagai program strategis lainnya. Taufiq Ratule juga memaparkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) terus menunjukkan tren peningkatan. Ia menyebutkan bahwa NTP saat ini menjadi yang tertinggi dalam 25 tahun terakhir, menunjukkan perbaikan kondisi ekonomi petani.
Selain itu, ia juga memaparkan perkembangan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian selama periode 2000–2025. Data ini menjadi salah satu indikator penting pertumbuhan sektor pertanian nasional. “Semoga target kita bisa mencapai swasembada dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” ujarnya penuh optimisme. Komitmen Bersama Pusat dan Daerah
Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan rakor dilanjutkan dengan penandatanganan Dokumen Komitmen Pencapaian Target Program PM-AAS 1 Juta Hektare. Penandatanganan ini melibatkan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, serta para kepala daerah se-Sulawesi Selatan.
Penandatanganan komitmen tersebut menjadi simbol sinergi kuat antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan pemerintah kabupaten/kota. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat implementasi Program PM-AAS guna mendukung target swasembada pangan nasional secara efektif dan berkelanjutan.