Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M memimpin rapat tindak lanjut proses hibah tanah untuk pembangunan Infrastruktur Pasca Panen (PP) Kamis pekan lalu. Rapat dihadiri Kepala Bulog Bone, Kepala BPN Bone, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Bappeda Bone, Kabag Organisasi Setda, Kabag Kerja Sama Setda, perwakilan OPD terkait, serta perwakilan notaris.
SulawesiPos.com – Gudang dan penggilingan padi modern siap dibangun. Pemerintah Kabupaten Bone terus mematangkan persiapan pembangunan infrastruktur pascapanen sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.
Tahapan terbaru ditandai dengan kegiatan pengukuran lahan yang melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN), Inspektorat, serta pihak-pihak terkait.
Diketahui, Bulog akan membangun infrastruktur pasca-panen serta gudang penyimpanan modern di Kabupaten Bone.
Gudang modern itu dibangun di atas lahan yang dihibahkan oleh Pemerintah Kabupaten Bone.
Penandatanganan dokumen hibah telah dilakukan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman bersama Direktur SDM dan Transformasi Bulog Sudarsono Hardjosoekarto di Ruang Rapat Rojolele, Gedung Bulog, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/4/2026) lalu.
Tiga lokasi yang disiapkan berada di Apala dan Kampuno Kecamatan Barebbo, serta Desa Mappesangka Kecamatan Ponre.
Ketiga kawasan tersebut diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan gudang penyimpanan maupun infrastruktur pascapanen.
Sebelumnya, dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung Wakil Bupati Bone, H Andi Akmal Pasluddin pekan lalu, disepakati seluruh proses administrasi hibah ditargetkan rampung pada akhir bulan ini agar tahapan pembangunan dapat segera dilanjutkan.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Bone, Andi Iskandar Zulkarnaen mengatakan, program ini merupakan bagian dari rencana pembangunan sekitar 100 titik gudang secara nasional.
Tiga titik diantaranya lanjut Andi Iskandar ditempatkan di Kabupaten Bone dan menjadi salah satu daerah kandidat groundbreaking proyek tersebut.
“Sebelum pembangunan dimulai, ketiga lokasi di Bone juga menjalani studi kelayakan untuk menentukan lokasi yang paling memenuhi persyaratan teknis dan operasional,” tukasnya kepada SulawesiPos.com, Senin (20/7/2026) kemarin.
Dari hasil studi tersebut lanjutnya, satu lokasi berpeluang dibangun menjadi unit penggilingan padi modern, sedangkan lokasi lainnya akan difokuskan sebagai gudang penyimpanan hasil pertanian.
Keberadaan penggilingan modern dinilai sangat penting bagi Kabupaten Bone mengingat daerah ini merupakan salah satu lumbung pangan terbesar di Sulawesi Selatan dengan hamparan sawah yang luas dan produksi padi yang tinggi.
“Dengan dukungan infrastruktur yang semakin memadai, mulai dari fasilitas pascapanen, jaringan transportasi hingga konektivitas Pelabuhan, Bone memiliki potensi besar menjadi pusat logistik dan distribusi pangan yang terintegrasi,” ujarnya.
“Kehadiran gudang serta penggilingan modern diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, memperkuat rantai pasok pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani di Kabupaten Bone,” tambahnya.
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman menegaskan hadirnya gudang dan penggilingan padi modern, menjadi bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan petani.
Menurutnya, sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan, Bone harus memiliki sistem hilirisasi yang kuat agar hasil produksi tidak terbuang sia-sia.
“Ini adalah langkah konkret untuk memastikan hasil keringat petani kita memiliki wadah yang layak. Dengan fasilitas modern, kualitas pangan tetap terjaga dan distribusi menjadi lebih efisien,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan gudang modern ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari upaya membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Sementara itu, Wakil Bupati Bone H Andi Akmal Pasluddin saat memimpin rapat koordinasi pekan lalu menegaskan, dukungan Pemerintah Kabupaten Bone terhadap program strategis ini.
“Seluruh proses hibah lahan terus dipercepat agar dapat selesai sesuai target pada akhir bulan. Dengan luas lahan pertanian yang dimiliki Bone, kami memang membutuhkan penggilingan padi modern yang terintegrasi dengan gudang penyimpanan, jaringan transportasi, hingga Pelabuham. Ini akan memperkuat posisi Bone sebagai lumbung pangan sekaligus pusat logistik pangan di Indonesia Timur,” kata Wakil Bupati Bone. (kar)