Proses pencarian korban KM Nurul Salsa di perairan Selayar
SulawesiPos.com – Data penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, kembali bertambah. Setelah sebelumnya dilaporkan 74 orang berada di atas kapal, verifikasi terbaru Basarnas Makassar kini mencatat total korban menjadi 78 orang, dengan 52 selamat, satu meninggal dunia, dan 25 lainnya masih dicari.
Perubahan angka itu menjadi perkembangan paling menonjol dalam proses pencarian lanjutan.
Tambahan data empat orang membuat jumlah korban yang masih dalam pencarian ikut membesar, sekaligus mengubah gambaran awal tragedi KM Nurul Salsa yang tenggelam sejak Rabu (15/7/2026).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan pembaruan itu muncul setelah proses verifikasi dilakukan bertahap bersama keluarga korban, pemerintah setempat, dan instansi terkait.
Menurut dia, pencocokan dilakukan terhadap manifes, laporan keluarga, hingga data korban yang sudah dievakuasi agar tidak ada nama yang terlewat.
Arif menegaskan perubahan data itu bukan sekadar koreksi administratif, melainkan hasil pencarian fakta di lapangan yang terus bergerak.
“Kami mendapati bahwa ada tiga orang korban yang dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya, sehingga jumlah korban dalam pencarian pun bertambah,” ujar Arif.
Dalam operasi pencarian terbaru, tim SAR gabungan membagi area penyisiran ke dalam dua sektor.
Operasi itu didukung KN SAR Kamajaya 104 di sektor II, unsur udara Boeing B737-200 dari Lanud Sultan Hasanuddin, serta KRI Marlin 877 yang menyisir sektor I.
Meski pencarian diperkuat, hasil di lapangan belum berubah menjadi kabar baik bagi keluarga korban.
Tim SAR sempat menemukan sebuah pelampung yang diduga berasal dari KM Nurul Salsa, tetapi hingga pencarian dihentikan sementara pada sore hari, belum ada tanda keberadaan korban lain.
Temuan pelampung itu sempat memberi petunjuk awal, tetapi kondisi laut menghambat upaya tim untuk menjangkaunya.
Arif menjelaskan benda tersebut belum bisa diraih karena ombak terlalu tinggi, sehingga informasi itu kini masih dipakai sebagai bahan evaluasi untuk menentukan strategi pencarian berikutnya.
“Pencarian hari ketiga terdapat temuan dari tim dari KN Sar Kamajaya yang sempat menemukan pelampung, namun tidak dapat di raih karena ombak yang terlalu tinggi. Meski demikian, seluruh informasi yang diperoleh di lapangan akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan strategi pencarian berikutnya,” kata Arif.
Basarnas juga memastikan KRI Marlin 877 telah menuntaskan tugasnya dalam operasi SAR KM Nurul Salsa dan kembali ke perairan Makassar.
Namun pencarian terhadap 25 korban yang masih hilang tetap diteruskan oleh unsur SAR gabungan lain yang masih berada di lokasi.
Arif menekankan operasi kemanusiaan ini masih berjalan dan koordinasi antarlembaga tetap menjadi kunci.
Basarnas Makassar juga mengimbau masyarakat segera melapor ke posko SAR terdekat jika memiliki informasi terkait korban maupun benda-benda yang diduga berkaitan dengan KM Nurul Salsa.