Petugas SAR memantau perairan Selayar saat operasi pencarian korban KM Nurul Salsa masih berlangsung.
SulawesiPos.com – KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, ternyata tidak hanya mengangkut 74 penumpang dan awak kapal, tetapi juga membawa lebih dari 17 ton barang, empat ekor sapi, serta enam unit sepeda motor. Fakta ini terungkap dari data manifes sementara di tengah operasi pencarian yang masih berlangsung terhadap 24 penumpang yang belum ditemukan.
Kasubsi Penmas Polres Kepulauan Selayar, Aipda Suardi Andre, mengatakan manifes sementara menunjukkan total muatan kapal mencapai sekitar 17 ton.
Muatan tersebut didominasi bahan pangan dan hasil bumi yang dibawa dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar.
“Data manifes sementara yang kami peroleh, total muatan sekitar 17 ton,” kata Suardi dikutip Jumat (17/7/2026).
“Manifest mencatat kapal mengangkut sekitar 10 ton beras, 2 ton kopra, dan 5 ton arang. Selain itu juga membawa empat ekor sapi serta enam unit sepeda motor,” tambahnya.
Sebelumnya, Kepala Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar mengungkapkan jumlah penumpang KM Nurul Salsa sempat dilaporkan sebanyak 50 orang.
Namun setelah dilakukan pendataan ulang, jumlah penumpang dan awak kapal yang berada di atas kapal dipastikan mencapai 74 orang.
KM Nurul Salsa berlayar dari Pulau Jampea pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 05.00 Wita menuju Pelabuhan Benteng Selayar.
Saat berada di perairan barat Pulau Polassi atau sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng Selayar, kapal mengalami gangguan mesin sebelum akhirnya tenggelam.
Hingga Jumat (17/7/2026), Tim SAR Gabungan masih melanjutkan operasi pencarian di lokasi kejadian.
Berdasarkan data sementara, 49 penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, satu orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan 24 penumpang lainnya masih dalam pencarian.
Basarnas menegaskan data korban masih bersifat sementara karena proses verifikasi bersama keluarga penumpang masih berlangsung.
Operasi pencarian terus dilakukan dengan mengerahkan unsur SAR gabungan untuk menyisir perairan sekitar lokasi tenggelamnya KM Nurul Salsa.
“Data korban ini masih belum valid karena tim SAR gabungan masih menunggu informasi dari pihak keluarga. Mudah-mudahan tidak ada lagi laporan adanya anggota keluarga yang berada di KM Nurul Salsa tersebut,” pungkas Arif.