Categories: Sulsel News

Appi Kandas di Tikungan Akhir, Begini Kronologi Langkah Politik Menantu Aksa Mahmud dari Ketua Golkar Makassar ke Level Provinsi

SulawesiPos.com – Langkah politik Munafri Arifuddin atau Appi di Partai Golkar bergerak cepat dalam lima tahun terakhir. Ia memulai fase pentingnya saat menerima KTA Golkar pada Agustus 2020, memimpin DPD II Golkar Makassar pada Maret 2021, lalu menjadi Wali Kota Makassar mulai 20 Februari 2025.

Appi kemudian mencoba naik ke panggung yang lebih tinggi sebagai calon Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan. Namun, laju itu mendadak berbelok pada Juli 2026, ketika Appi justru menunaikan ibadah umrah bertepatan dengan waktu pelaksanaan Musda Golkar Sulsel.

Kronologi ini menjadi sorotan karena memperlihatkan bagaimana Appi bergerak dari level kota ke level provinsi dalam struktur Golkar, tetapi justru terhenti di tikungan akhir saat momentum politiknya sedang kuat sebagai kepala daerah aktif.

Aklamasi Pimpin Golkar Makassar pada 2021

Appi resmi menjadi kader Golkar sejak Agustus 2020. Ketika itu, dia menerima KTA Golkar dari Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Roem Kono.

Titik awal yang paling jelas dalam karier politik internal Appi di Golkar terjadi pada Selasa, 9 Maret 2021.

Saat itu, ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Makassar dalam Musda X DPD II Golkar Makassar.

Dalam musda tersebut, Appi menjadi kandidat tunggal setelah Juniar Arge memilih mundur dari kontestasi. Pimpinan pun sidang menyatakan Appi ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Golkar Makassar untuk periode 2021-2026.

Momen itu penting karena sejak saat itulah Appi tidak lagi hanya dibaca sebagai pengusaha atau figur olahraga, tetapi resmi menjadi pemegang komando politik Golkar di Kota Makassar.

Dari posisi tersebut, ia mulai menata basis politik yang kemudian mengantar namanya semakin menonjol dalam kontestasi elektoral.

Diusung Golkar di Pilwalkot Makassar, lalu Resmi Jadi Wali Kota

Setelah memimpin Golkar Makassar, Appi masuk ke gelanggang Pilwalkot Makassar 2024. Keputusan KPU Kota Makassar Nomor 1316 Tahun 2024 yang ditetapkan pada 22 September 2024 mencatat pasangan Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham sebagai salah satu pasangan calon peserta pemilihan.

Dalam lampiran keputusan itu, pasangan Appi-Aliyah diusulkan oleh Partai Golkar, Partai Demokrat, dan Partai Perindo.

Fase ini menandai peran Golkar bukan hanya sebagai kendaraan organisasi yang ia pimpin di Makassar, tetapi juga sebagai partai pengusung yang mengantarnya ke pemilihan wali kota.

Perjalanan itu berujung pada pelantikan resmi pada Kamis, 20 Februari 2025. Presiden Prabowo Subianto melantik Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar periode 2025-2030. Dengan pelantikan itu, Appi resmi menjabat sebagai Wali Kota Makassar ke-21.

Posisi sebagai wali kota aktif membuat bobot politik Appi di internal Golkar ikut naik. Ia tidak lagi hanya membawa legitimasi sebagai ketua DPD II di level kota, tetapi juga sebagai kepala daerah dari ibu kota provinsi.

Naik ke Panggung Golkar Sulsel dengan Klaim 20 Dukungan DPD II

Langkah berikutnya datang ketika bursa Ketua DPD I Golkar Sulsel mulai bergerak. Pada awal 2026, dukungan untuk Appi mulai dibuka ke publik. Pada 14 Januari 2026 melaporkan sebanyak 20 DPD II Golkar di Sulawesi Selatan menyatakan mendukung Appi maju di Musda Golkar Sulsel.

Dukungan itu disebut disampaikan perwakilan DPD II kepada pelaksana tugas Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin M Said, di Jakarta pada Senin, 12 Januari 2026.

Gelombang dukungan itu lalu berlanjut menjelang pembukaan pendaftaran calon ketua. Pada Senin, 13 Juli 2026, Appi melalui timnya resmi mengambil formulir bakal calon Ketua DPD I Golkar Sulsel.

Kubu Appi menyiapkan 20 surat rekomendasi dukungan DPD II kabupaten/kota untuk dibawa saat pengembalian formulir.

Di fase inilah Appi terlihat sedang mencoba mengubah dukungan akar struktur partai menjadi tiket untuk naik dari panggung Golkar Makassar ke kursi ketua Golkar Sulsel.

Secara politik, ini adalah loncatan besar: dari penguasa partai di tingkat kota menuju perebutan kendali partai di tingkat provinsi.

Namun, langkah itu tidak sampai ke garis akhir.

Batal Maju, lalu Pergi Umrah Namun Tetap di Golkar

Pada Rabu, 15 Juli 2026, arah cerita berubah. Appi dikabarkan batal maju sebagai calon Ketua Golkar Sulsel karena disebut tidak bisa memenuhi salah satu persyaratan pendaftaran. Keterangan itu disampaikan Ketua Golkar Takalar, Zulkarnain Arif.

Masih pada hari yang sama, Zulkarnain Arif menyatakanbahwa Appi disebut berencana pamit dari Golkar setelah pulang dari umrah.

Menurut dia, informasi itu berasal dari percakapannya langsung dengan Appi sebelum rencana pengembalian formulir dibatalkan.

"Itu percakapan saya kemarin. Pak Appi sekaligus nanti akan pamit dari Golkar sekembalinya dari Umrah. Itu penyampaian terakhir ke saya," kata Zulkarnain.

Di titik inilah kronologi politik Appi di Golkar berubah dari cerita kenaikan bertahap menjadi kisah yang menggantung.

Dari Ketua Golkar Makassar pada 9 Maret 2021, lalu calon yang diusung Golkar di Pilwalkot Makassar 2024, dilantik sebagai wali kota pada 20 Februari 2025, membawa klaim dukungan 20 DPD II untuk maju di Musda Golkar Sulsel pada 2026, Appi justru berhenti sebelum pendaftaran final dan kemudian disebut akan meninggalkan partai walau kemudian muncul pernyataan akan tetap di Golkar.

Andi As

Share
Published by
Andi As
Tags: Golkar Sulsel Zulkarnain Arif Appi Munafri Arifuddin Musda Golkar Sulsel