Kandidat Calon Ketua Umum DPD I Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin (IAS) bersama Ketua DPD II Golkar Soppeng Andi Kaswadi Razak dan Mantan Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe
SulawesiPos.com – Migrasi dukungan ke Ilham Arief Sirajuddin atau IAS mengguncang peta persaingan Musyawarah Daerah XI Partai Golkar Sulawesi Selatan 2026 setelah diskresi DPP Golkar terbit untuk dirinya. Dalam waktu kurang dari sepekan, IAS mengklaim telah mengantongi 15 surat dukungan dari DPD II kabupaten dan kota, mengubah konstelasi yang sebelumnya disebut menguat ke kubu Munafri Arifuddin.
Perpindahan dukungan itu disebut terjadi setelah Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menerbitkan surat rekomendasi diskresi untuk IAS. Sejak itu, arus pemilik suara dari tingkat DPD II berbalik arah dan mulai merapat ke mantan Wali Kota Makassar tersebut.
Situasi ini menjadi perubahan besar dalam perebutan kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel. Sebelumnya, Munafri Arifuddin atau Appi disebut sebagai kandidat terkuat karena sempat mengklaim telah mengamankan 21 dukungan DPD II. Namun, turunnya mandat dari DPP membuat peta dukungan di daerah bergerak cepat.
Sejumlah ketua DPD II bahkan hadir langsung untuk menyerahkan surat dukungan kepada IAS. Mereka di antaranya Ketua Golkar Soppeng Andi Kaswadi Razak, Ketua Golkar Luwu Timur Aripin, Ketua Golkar Palopo Rahmat Masri Bandaso, Plt Ketua Golkar Barru Rahman Pina, Ketua Golkar Sinjai Kartini Ottong, Ketua Golkar Toraja Utara Yohanis Bassang, Ketua Golkar Pangkep Andi Ilham Zainuddin, dan Ketua Golkar Bone Andi Fashar Padjalingi.
Dukungan juga datang dari DPD II lain yang diwakili pengurusnya. Di antaranya Sekretaris Golkar Bulukumba Arkam, Sekretaris Golkar Sidrap Ahmad Shalihin Halim, Sekretaris Golkar Maros, serta Taufan Pawe yang mewakili Ketua Golkar Parepare.
Selain itu, DPD II Golkar Selayar telah menyatakan dukungan secara lisan. Sementara Golkar Luwu Utara mengirimkan surat dukungan secara virtual.
Ketua Golkar Tanah Toraja Victor Datuan Batara juga hadir dalam pertemuan tersebut. Meski begitu, surat dukungan dari Tanah Toraja belum dinyatakan sah secara administratif karena masih menunggu tanda tangan sekretaris partai.
Salah satu dukungan yang disebut paling tegas datang dari DPD II Partai Golkar Kabupaten Gowa. Melalui surat bernomor 021/DPD-II/PG/GW/VII/2026 yang ditandatangani Ketua DPD II Golkar Gowa Abbas Syam dan Sekretaris Kaswandi, Golkar Gowa menyatakan dukungan hanya kepada IAS.
Dalam surat itu, Golkar Gowa menegaskan tidak akan mendukung, memilih, maupun menerbitkan surat rekomendasi kepada kandidat lain selain Ilham Arief Sirajuddin. Mereka juga menyatakan bahwa apabila ada surat rekomendasi lain, baik yang terbit sebelum maupun sesudah surat dukungan untuk IAS ditandatangani, maka surat tersebut otomatis gugur dan tidak berlaku.
Menanggapi pergeseran dukungan itu, IAS mengajak seluruh pengurus DPD II Golkar bersikap bijak. Ia menilai arus dukungan yang mengalir kepadanya merupakan bentuk tanggung jawab kader dalam menindaklanjuti keputusan partai di tingkat pusat.
“Sehingga teman-teman yang sadar akan tanggung jawab akhirnya memberikan dukungan. Bukan berarti Pak Appi tidak bagus, tetapi teman-teman pemilik suara melihat saya mendapatkan diskresi dari DPP Golkar untuk maju sebagai calon Ketua Golkar Sulsel,” tegas IAS.
Dengan 15 dukungan DPD II yang telah berpindah ke kubunya, persaingan menuju Musda XI Golkar Sulsel diperkirakan berlangsung jauh lebih terbuka dibanding skenario awal yang sebelumnya diklaim dikuasai kubu Appi.