SulawesiPos.com – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin berkolaborasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Bulukumba menggelar pelatihan dan pendampingan penyusunan policy brief berbasis data bagi aparatur sipil negara (ASN) dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Bulukumba, Senin, 30 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Pinisi Pemerintah Kabupaten Bulukumba itu ditujukan untuk memperkuat kapasitas ASN dalam merumuskan kebijakan daerah yang tidak lagi bertumpu pada intuisi, melainkan berbasis data lapangan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pelatihan ini diinisiasi dua dosen Departemen Ilmu Administrasi Unhas, Andi Ahmad Yani dan NurAlamsyah Ismail. Acara dibuka resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bulukumba, H.M. Daud Kahal, didampingi Kepala Bapperida Bulukumba, Andi Irma Darmayanti.
Dalam sambutannya, Daud Kahal menyampaikan apresiasi kepada LPPM Unhas atas keterlibatan langsung dalam mendukung peningkatan kapasitas ASN di daerah. Menurut dia, kemampuan menyusun policy brief menjadi kebutuhan penting agar pemerintah daerah dapat menghasilkan kebijakan yang lebih terarah dan sesuai kondisi riil di lapangan.
Kepala Bapperida Bulukumba Andi Irma Darmayanti menilai pelatihan tersebut sejalan dengan kebutuhan strategis Pemerintah Kabupaten Bulukumba. Ia menyebut kemampuan menyusun policy brief akan membantu setiap OPD lebih responsif membaca persoalan masyarakat dan lebih cepat menyiapkan alternatif rekomendasi kebijakan yang solutif.
Materi dan Simulasi Langsung
Pelatihan berlangsung intensif mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WITA dengan memadukan sesi materi dan praktik langsung. Pada sesi pertama, Andi Ahmad Yani memaparkan dasar-dasar penyusunan policy brief berbasis data, termasuk pentingnya pemanfaatan data sektoral milik OPD untuk mengidentifikasi akar persoalan dan menyusun opsi kebijakan yang rasional.
Sesi berikutnya dipandu NurAlamsyah Ismail melalui praktik penyusunan draf policy brief. Peserta diajak mengolah data internal OPD dan mengombinasikannya dengan temuan ilmiah dari jurnal akademik terakreditasi guna memperkuat argumentasi kebijakan.
Setelah draf awal selesai, masing-masing OPD mempresentasikan hasil penyusunan mereka di depan kelas untuk mendapatkan evaluasi dan masukan langsung dari fasilitator Unhas.
Peserta yang berasal dari berbagai OPD di Bulukumba disebut memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut. Mereka menilai pelatihan ini memberi perspektif baru sekaligus keterampilan praktis yang dibutuhkan dalam menunjang tugas kedinasan sehari-hari, terutama saat menyiapkan masukan strategis bagi pimpinan daerah.
Melalui kolaborasi LPPM Unhas dan Pemkab Bulukumba, kualitas dokumen kebijakan daerah diharapkan semakin mengarah pada pendekatan berbasis bukti demi mendukung pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.


