Viral! Perjalanan Terakhir Putri, Jenazah Ditandu 2 Kilometer Menuju Rumah di Sinjai

SulawesiPos.com – Perjalanan terakhir Putri, siswi kelas V SD Negeri 239 Laha-Laha, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, berlangsung penuh haru. Jenazahnya harus ditandu warga sejauh sekitar dua kilometer menuju rumah duka setelah ambulans yang mengantarnya tidak dapat melintasi akses jalan menuju permukiman keluarga. Peristiwa itu terjadi pada Senin (29/6/2026) dini hari. Ambulans yang membawa jenazah Putri dari Makassar hanya mampu mencapai Dusun Soppeng, Desa Turungan Baji.

Selanjutnya, warga bergotong royong memikul jenazah menggunakan tandu sederhana yang dibuat dari bambu dan sarung hingga tiba di rumah duka di Dusun Tonrong, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat.

Perjalanan tersebut kembali memperlihatkan sulitnya akses transportasi menuju kediaman keluarga Putri.

Kondisi jalan yang belum dapat dilalui kendaraan roda empat membuat prosesi pemulangan jenazah harus dilakukan secara manual oleh warga, menggunakan tandu sederhana yang dirakit dari bambu dan sarung oleh warga setempat.

Peristiwa ini menjadi ironi karena situasi serupa pernah dialami Putri saat masih hidup. Sebelum mendapatkan perawatan medis, ia juga harus dievakuasi menggunakan tandu sederhana lantaran ambulans tidak bisa menjangkau rumahnya.

BACA JUGA:  Tragis! Dua Mahasiswi Poltekpar Makassar Asal Palopo Tewas Tertabrak Truk di Solo

Video proses evakuasi Putri yang diunggah pada awal Juni 2026 sempat menjadi perhatian publik di media sosial.

Dalam rekaman itu, sejumlah warga terlihat bergantian mengangkat Putri melewati jalan setapak menuju titik yang dapat diakses kendaraan agar segera memperoleh penanganan medis.

Putri merupakan putri pasangan Hasir dan Rismawati. Sebelum jatuh sakit, ia dikenal sebagai siswi yang aktif mengikuti berbagai kegiatan di sekolah.

Ia kemudian menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar selama kurang lebih dua pekan akibat penyumbatan usus. Selama dirawat, Putri menjalani dua kali tindakan operasi.

Namun, setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya, Putri mengembuskan napas terakhir pada Minggu (28/6/2026).

Peristiwa yang dialami Putri kembali memunculkan perhatian terhadap pentingnya pemerataan infrastruktur jalan di wilayah terpencil.

Akses yang memadai dinilai menjadi kebutuhan mendasar agar masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan maupun transportasi secara cepat, terutama dalam kondisi darurat.

SulawesiPos.com – Perjalanan terakhir Putri, siswi kelas V SD Negeri 239 Laha-Laha, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, berlangsung penuh haru. Jenazahnya harus ditandu warga sejauh sekitar dua kilometer menuju rumah duka setelah ambulans yang mengantarnya tidak dapat melintasi akses jalan menuju permukiman keluarga. Peristiwa itu terjadi pada Senin (29/6/2026) dini hari. Ambulans yang membawa jenazah Putri dari Makassar hanya mampu mencapai Dusun Soppeng, Desa Turungan Baji.

Selanjutnya, warga bergotong royong memikul jenazah menggunakan tandu sederhana yang dibuat dari bambu dan sarung hingga tiba di rumah duka di Dusun Tonrong, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat.

Perjalanan tersebut kembali memperlihatkan sulitnya akses transportasi menuju kediaman keluarga Putri.

Kondisi jalan yang belum dapat dilalui kendaraan roda empat membuat prosesi pemulangan jenazah harus dilakukan secara manual oleh warga, menggunakan tandu sederhana yang dirakit dari bambu dan sarung oleh warga setempat.

Peristiwa ini menjadi ironi karena situasi serupa pernah dialami Putri saat masih hidup. Sebelum mendapatkan perawatan medis, ia juga harus dievakuasi menggunakan tandu sederhana lantaran ambulans tidak bisa menjangkau rumahnya.

BACA JUGA:  Lansia Diduga ODGJ Tewas Terseret Mobil di Bone, Sopir Tak Sempat Menghindar

Video proses evakuasi Putri yang diunggah pada awal Juni 2026 sempat menjadi perhatian publik di media sosial.

Dalam rekaman itu, sejumlah warga terlihat bergantian mengangkat Putri melewati jalan setapak menuju titik yang dapat diakses kendaraan agar segera memperoleh penanganan medis.

Putri merupakan putri pasangan Hasir dan Rismawati. Sebelum jatuh sakit, ia dikenal sebagai siswi yang aktif mengikuti berbagai kegiatan di sekolah.

Ia kemudian menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar selama kurang lebih dua pekan akibat penyumbatan usus. Selama dirawat, Putri menjalani dua kali tindakan operasi.

Namun, setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya, Putri mengembuskan napas terakhir pada Minggu (28/6/2026).

Peristiwa yang dialami Putri kembali memunculkan perhatian terhadap pentingnya pemerataan infrastruktur jalan di wilayah terpencil.

Akses yang memadai dinilai menjadi kebutuhan mendasar agar masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan maupun transportasi secara cepat, terutama dalam kondisi darurat.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru