SulawesiPos.com – Sebanyak 388 jemaah dan petugas haji Kloter 23 Debarkasi Makassar tiba di Tanah Air melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kamis (18/6/2026). Kepulangan jemaah dari lima daerah itu diwarnai kabar duka atas wafatnya seorang jemaah asal Kabupaten Wajo di Tanah Suci.
Berdasarkan data PPIH Debarkasi Makassar, Kloter 23 semula berjumlah 391 orang. Satu jemaah asal Wajo, Lau Bade Mapperreng, wafat pada 22 Mei 2026 dalam usia 66 tahun saat menunaikan ibadah haji.
Selain itu, dua jemaah lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi. Dengan kondisi tersebut, jumlah jemaah dan petugas Kloter 23 yang tiba di Makassar tercatat sebanyak 388 orang.
Kabar duka itu disampaikan dalam prosesi penerimaan jemaah di Aula Arafah Asrama Haji Makassar. Suasana penerimaan berlangsung khidmat ketika seluruh hadirin diajak mendoakan jemaah yang wafat.
Wakil Koordinator Bidang Pelayanan Jemaah Lansia dan Disabilitas PPIH Debarkasi Makassar, H. Abd. Gaffar, mengajak seluruh jemaah dan tamu undangan membacakan Surah Al-Fatihah untuk almarhum Lau Bade Mapperreng.
Pembacaan Al-Fatihah diikuti seluruh jemaah Kloter 23 serta lima Kabag Kesra dari daerah asal jemaah. Mereka berasal dari Kabupaten Wajo, Luwu Timur, Maros, Gowa, dan Kota Palopo.
“Alhamdulillah, jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat. Terima kasih kepada seluruh petugas yang telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik sehingga pelayanan kepada jemaah selama di Tanah Suci maupun saat pemulangan dapat berjalan lancar,” ujar Abd. Gaffar.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan penyelenggara haji yang telah memberikan pelayanan kepada jemaah. Perhatian khusus turut diberikan kepada jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas selama proses ibadah hingga pemulangan.
Data PPIH mencatat, Kloter 23 terdiri atas 324 jemaah asal Wajo, 27 jemaah asal Luwu Timur, 22 jemaah asal Palopo, tujuh jemaah asal Maros, dan dua jemaah asal Gowa. Mereka didampingi empat petugas kloter.
Dalam prosesi tersebut, Kabag Kesra Wajo, M. Arwes, mewakili pemerintah daerah menerima secara resmi penyerahan jemaah dari PPIH Debarkasi Makassar. Setelah proses penerimaan, jemaah selanjutnya dipulangkan ke daerah masing-masing.
Kedatangan Kloter 23 membawa suasana haru bagi jemaah dan keluarga. Di tengah rasa syukur atas kepulangan ke Tanah Air, doa bersama untuk jemaah yang wafat menjadi bagian penting dari prosesi penerimaan.
PPIH Debarkasi Makassar memastikan proses pemulangan jemaah dilakukan bertahap sesuai prosedur. Pemerintah daerah asal jemaah juga terlibat dalam penjemputan dan pemulangan jemaah ke wilayah masing-masing.


