SulawesiPos.com – Bulan Dzulhijjah ternyata tak hanya identik dengan ibadah haji dan Hari Raya Idul Adha. Di Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone, bulan yang dimuliakan dalam Islam ini juga menjadi momen favorit bagi banyak pasangan untuk melangsungkan pernikahan.
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ulaweng mencatat sebanyak 22 pasangan mendaftarkan pernikahan selama bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan bulan-bulan biasa, sehingga Dzulhijjah kerap disebut sebagai “musim kawin” oleh masyarakat setempat.
Kepala KUA Ulaweng, H. Muhammad Saleh, mengatakan tingginya angka pendaftaran nikah dipengaruhi keyakinan masyarakat terhadap keutamaan dan keberkahan bulan Dzulhijjah.
“Selama bulan Dzulhijjah ini ada 22 pasangan yang melakukan pendaftaran pernikahan di KUA Ulaweng,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026) kemarin.
Menurutnya, Dzulhijjah merupakan salah satu bulan paling istimewa dalam kalender Islam karena di dalamnya terdapat pelaksanaan ibadah haji dan Hari Raya Idul Adha. Nilai-nilai religius yang melekat pada bulan tersebut membuat banyak pasangan merasa lebih mantap memulai kehidupan rumah tangga.
“Banyak masyarakat yang meyakini menikah di bulan Dzulhijjah akan membawa keberkahan dalam rumah tangga mereka,” katanya.
Selain alasan keberkahan, banyak calon pengantin juga menyimpan harapan besar untuk masa depan rumah tangga mereka. Salah satunya adalah keinginan dapat menunaikan ibadah haji bersama pasangan yang dinikahi di bulan mulia tersebut.
“Banyak yang berharap setelah menikah nanti bisa menunaikan ibadah haji bersama pasangannya dan membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” tambah Muhammad Saleh.
Lonjakan pernikahan bahkan diperkirakan masih akan berlanjut. Pada Minggu mendatang, sekitar tujuh pasangan dijadwalkan melangsungkan akad nikah pada hari yang sama di wilayah Kecamatan Ulaweng.
Kondisi tersebut membuat jajaran KUA Ulaweng harus melakukan berbagai persiapan agar seluruh rangkaian pelayanan dan prosesi akad nikah dapat berjalan lancar.
Fenomena meningkatnya jumlah pernikahan di bulan Dzulhijjah menunjukkan bahwa nilai-nilai spiritual masih menjadi pertimbangan utama masyarakat Bone dalam menentukan hari bahagia mereka. Tak heran jika bulan mulia ini setiap tahunnya menjadi salah satu periode tersibuk bagi pelayanan pernikahan di KUA. (kar)


