Breaking News! Eksekusi 14 Rumah di Masumpu Ricuh, Warga Lempari Petugas dengan Batu

SulawesiPos.com – Proses eksekusi lahan di wilayah Masumpu, Kabupaten Bone, berlangsung ricuh, Rabu (10/6/2026).

Sejumlah warga dilaporkan melakukan perlawanan dengan melempari petugas menggunakan batu. Juga ada benda yang diduga bom molotov yang dilempar warga.

Informasi yang dihimpun di lokasi, kericuhan terjadi ketika petugas dari pengadilan bersama aparat kepolisian hendak melakukan pencocokan batas tanah sebagai bagian dari pelaksanaan putusan eksekusi lahan. Sedikitnya, 14 rumah berada dalam objek eksekusi tersebut.

Sekretaris Lurah Masumpu, Andi Yusuf mengaku, saat proses mediasi tidak ada titik temu. Warga bertahan dan menolak rumah mereka dieksekusi.

“Kita berharap ada jalan damai,” tukasnya.

Warga setempat Allink mengaku situasi sampai saat ini masih mencekam. “Masih bentrok di sini. Warga masih bertahan melakukan perlawanan,” katanya.

Aparat kepolisian yang melakukan pengamanan langsung berupaya mengendalikan situasi agar tidak semakin meluas.

Tangkapan layar video aparat kepolisian berusaha mengendalikan situasi kericuhan
Tangkapan layar video aparat kepolisian berusaha mengendalikan situasi kericuhan

Berdasarkan informasi yang diperoleh, sengketa lahan yang berujung pada eksekusi ini melibatkan pihak yang masih memiliki hubungan keluarga atau bersaudara sepupu, sehingga konflik yang terjadi cukup sensitif di tengah masyarakat setempat. (kar)

BACA JUGA:  Kronologi Kasus Sengketa Lahan di Depok yang Menyeret Ketua dan Wakil PN

SulawesiPos.com – Proses eksekusi lahan di wilayah Masumpu, Kabupaten Bone, berlangsung ricuh, Rabu (10/6/2026).

Sejumlah warga dilaporkan melakukan perlawanan dengan melempari petugas menggunakan batu. Juga ada benda yang diduga bom molotov yang dilempar warga.

Informasi yang dihimpun di lokasi, kericuhan terjadi ketika petugas dari pengadilan bersama aparat kepolisian hendak melakukan pencocokan batas tanah sebagai bagian dari pelaksanaan putusan eksekusi lahan. Sedikitnya, 14 rumah berada dalam objek eksekusi tersebut.

Sekretaris Lurah Masumpu, Andi Yusuf mengaku, saat proses mediasi tidak ada titik temu. Warga bertahan dan menolak rumah mereka dieksekusi.

“Kita berharap ada jalan damai,” tukasnya.

Warga setempat Allink mengaku situasi sampai saat ini masih mencekam. “Masih bentrok di sini. Warga masih bertahan melakukan perlawanan,” katanya.

Aparat kepolisian yang melakukan pengamanan langsung berupaya mengendalikan situasi agar tidak semakin meluas.

Tangkapan layar video aparat kepolisian berusaha mengendalikan situasi kericuhan
Tangkapan layar video aparat kepolisian berusaha mengendalikan situasi kericuhan

Berdasarkan informasi yang diperoleh, sengketa lahan yang berujung pada eksekusi ini melibatkan pihak yang masih memiliki hubungan keluarga atau bersaudara sepupu, sehingga konflik yang terjadi cukup sensitif di tengah masyarakat setempat. (kar)

BACA JUGA:  Puluhan Ribu Lahan di Sulsel Belum Bersertifikat, KPK Ingatkan Risiko Sengketa dan Korupsi

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru