SulawesiPos.com – Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bone, Hj. Maryam Andi Asman, menghadiri acara penamatan siswa kelas IX MTsN 1 Bone Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung di Aula Masjid Al-Markaz Al Ma’arif, Watampone, Minggu (7/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh haru tersebut mengusung tema “Serenity Generation: Cahaya Iman, Mengukir Masa Depan Gemilang”, sebagai refleksi komitmen madrasah dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Ali Yafid, S.Ag., M.Pd.I, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bone, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Ketua Komite MTsN 1 Bone, sejumlah kepala madrasah, serta para orang tua dan wali siswa.
Dalam suasana yang penuh kebanggaan, para siswa kelas IX secara resmi dilepas setelah menyelesaikan pendidikan di MTsN 1 Bone. Acara ini menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan bekal ilmu pengetahuan, karakter, dan nilai-nilai keislaman yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di madrasah.

Bupati Bone menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran MTsN 1 Bone atas dedikasi dan kerja keras dalam mendidik generasi muda. Ia juga memberikan motivasi kepada para siswa agar terus belajar, menjaga akhlak, serta mengembangkan potensi diri demi meraih cita-cita.
Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Karena itu, para lulusan diharapkan mampu menjadi generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keimanan, integritas, dan kepedulian sosial.
Tema yang diangkat dalam penamatan tahun ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan zaman, yakni menghadirkan generasi yang tenang dalam menghadapi perubahan, kuat dalam nilai-nilai keagamaan, dan optimistis dalam menatap masa depan.
Acara penamatan berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan, termasuk penampilan siswa, pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi, serta prosesi penamatan yang disaksikan langsung oleh para tamu undangan dan keluarga siswa.
Momentum ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan para siswa di bangku madrasah sekaligus awal langkah baru untuk mengukir masa depan yang lebih gemilang dengan cahaya iman sebagai pedoman hidup. (kar)


