SulawesiPos.com – Polemik seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sulawesi Selatan yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial membawa perhatian luas dari berbagai pihak.
Di tengah sorotan tersebut, salah satu peserta seleksi asal Makassar, Cathlyn Yvaeni Lesmana, justru mendapat kesempatan baru berupa beasiswa pendidikan ke luar negeri.
Beasiswa tersebut diberikan oleh Pengurus Pusat Generasi Muda Perhimpunan Indonesia Tionghoa (PP GEMA INTI) sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi akademik dan semangat peserta dalam mengikuti proses seleksi Paskibraka.
Ketua PP GEMA INTI, Ervan Sutono Nio, mengatakan program tersebut mencakup biaya pendidikan penuh hingga biaya hidup selama menempuh kuliah di luar negeri.
Menurutnya, Cathlyn dinilai memiliki potensi akademik yang baik sehingga layak memperoleh dukungan pendidikan jangka panjang.
“Beasiswa pendidikan S1, yang meliputi biaya pendidikan dan sampai dengan living cost selama di sana,” kata Ervan, Jumat (29/5/2026).
Ia menegaskan pemberian beasiswa tersebut tidak semata berkaitan dengan polemik seleksi Paskibraka yang sedang berkembang, melainkan bentuk penghargaan terhadap kemampuan dan capaian peserta.
Selain itu, beasiswa tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda agar tetap optimistis meski menghadapi kegagalan atau situasi yang tidak sesuai harapan.
“Jangan putus asa ketika ada rencana yang belum sesuai harapan,” tuturnya.
Cathlyn sendiri diketahui masih duduk di bangku kelas 10 SMA dan sebelumnya mengikuti tahapan seleksi Paskibraka Sulawesi Selatan untuk tingkat nasional.
Namanya sempat menjadi perhatian publik setelah polemik hasil seleksi ramai dibahas di media sosial.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Kesbangpol sebelumnya menegaskan proses seleksi telah berjalan sesuai mekanisme nasional dan dilakukan secara objektif.
Kesbangpol Sulsel juga memastikan Cathlyn tetap dinyatakan lolos sebagai anggota Paskibraka tingkat provinsi.
Namun berdasarkan hasil akumulasi penilaian, peserta yang dikirim ke tingkat nasional merupakan peserta dengan nilai tertinggi sesuai kuota yang tersedia.

