Tindak Lanjut Laporan Warga, Bupati Bone Perintahkan Kawal MBG, Kualitas Makanan Jadi Prioritas Utama

SulawesiPos.com – Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman memerintahkan seluruh camat untuk mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Termasuk menindaklanjuti pengaduan warga soal kualitas makanan atau menu MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panyula.

Bupati menegaskan bahwa setiap laporan dari warga harus segera direspons sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga mutu program.

“Ini bentuk komitmen kami agar program MBG benar-benar berjalan sesuai harapan. Kualitas makanan dan ketepatan distribusi harus dijaga,” ujar Andi Asman kepada wartawan, Rabu (22/4/2026).

Tak hanya Panyula, Bupati Bone juga memerintahkan pemantauan di setiap dapur MBG. Di antaranya di Kecamatan Sibulue dan Bengo.

Bupati kembali mengingatkan seluruh jajaran, mulai dari camat hingga petugas lapangan, untuk meningkatkan pengawasan dan menjaga standar kebersihan serta gizi makanan.

“Kita tidak ingin ada keluhan masyarakat yang terabaikan. Program ini menyangkut kesehatan, jadi harus dijalankan dengan serius dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

BACA JUGA:  Pemprov Sulsel Kucurkan Rp380 M Perbaiki Jalan Perbatasan Kabupaten Bone

Sementara itu, Camat Bengo, Asy’ari Pratama Hadipaty membeberkan hasil pemantauan di dua titik dapur MBG di kecamatan tersebut.

Ia menyebutkan terdapat dua dapur MBG di wilayah tersebut, namun baru satu yang telah beroperasi, sementara satu dapur lainnya masih dalam tahap proses administrasi.

Mantan Sekcam Ajangale ini menegaskan, setiap kunjungan lapangan difokuskan pada evaluasi hambatan agar operasional dapur dapat segera berjalan optimal.

“Dari hasil pemantauan, kendala utama pada dapur yang belum beroperasi adalah proses administrasi yang sebelumnya belum mendapatkan persetujuan. Namun, alhamdulillah saat ini pengajuan tersebut telah di-approve dan diterima,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya masih terus memantau perkembangan lanjutan guna memastikan tidak ada hambatan lain yang dapat menghambat distribusi program MBG.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi siswa yang belum mendapatkan makanan bergizi. Harapan kami, seluruh anak-anak di Kecamatan Bengo bisa merasakan manfaat program ini tanpa terkecuali,” tegasnya.

Program MBG sendiri diharapkan menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak serta mendukung tumbuh kembang generasi muda di daerah. (kar)

BACA JUGA:  Program Makan Bergizi Gratis di Sulsel Jangkau Hampir 2 Juta Warga, 751 SPPG Terbentuk

SulawesiPos.com – Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman memerintahkan seluruh camat untuk mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Termasuk menindaklanjuti pengaduan warga soal kualitas makanan atau menu MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panyula.

Bupati menegaskan bahwa setiap laporan dari warga harus segera direspons sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga mutu program.

“Ini bentuk komitmen kami agar program MBG benar-benar berjalan sesuai harapan. Kualitas makanan dan ketepatan distribusi harus dijaga,” ujar Andi Asman kepada wartawan, Rabu (22/4/2026).

Tak hanya Panyula, Bupati Bone juga memerintahkan pemantauan di setiap dapur MBG. Di antaranya di Kecamatan Sibulue dan Bengo.

Bupati kembali mengingatkan seluruh jajaran, mulai dari camat hingga petugas lapangan, untuk meningkatkan pengawasan dan menjaga standar kebersihan serta gizi makanan.

“Kita tidak ingin ada keluhan masyarakat yang terabaikan. Program ini menyangkut kesehatan, jadi harus dijalankan dengan serius dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

BACA JUGA:  Groundbreaking Kawasan Perunggasan Terintegrasi, Bone Siap Jadi Pusat Industri Ayam Nasional

Sementara itu, Camat Bengo, Asy’ari Pratama Hadipaty membeberkan hasil pemantauan di dua titik dapur MBG di kecamatan tersebut.

Ia menyebutkan terdapat dua dapur MBG di wilayah tersebut, namun baru satu yang telah beroperasi, sementara satu dapur lainnya masih dalam tahap proses administrasi.

Mantan Sekcam Ajangale ini menegaskan, setiap kunjungan lapangan difokuskan pada evaluasi hambatan agar operasional dapur dapat segera berjalan optimal.

“Dari hasil pemantauan, kendala utama pada dapur yang belum beroperasi adalah proses administrasi yang sebelumnya belum mendapatkan persetujuan. Namun, alhamdulillah saat ini pengajuan tersebut telah di-approve dan diterima,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya masih terus memantau perkembangan lanjutan guna memastikan tidak ada hambatan lain yang dapat menghambat distribusi program MBG.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi siswa yang belum mendapatkan makanan bergizi. Harapan kami, seluruh anak-anak di Kecamatan Bengo bisa merasakan manfaat program ini tanpa terkecuali,” tegasnya.

Program MBG sendiri diharapkan menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak serta mendukung tumbuh kembang generasi muda di daerah. (kar)

BACA JUGA:  Tangis Bahagia Iringi Pelepasan JCH Kloter 5 Bone, Bupati Ingatkan Jemaah Jaga Kesehatan

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru