Categories: Sulsel

Sederet Fakta Kasus Perundungan di Lapri, Berawal Saling Ejek di Medsos dan Sempat Didamaikan di Polsek

Overview

  • Kasus perundungan di Kecamatan Lapri, Bone, bermula dari saling ejek di media sosial dan sempat didamaikan di Polsek sebelum akhirnya dilaporkan ke Polres Bone.

  • Video perundungan berdurasi 30 detik yang melibatkan remaja perempuan satu kampung viral di media sosial dan memicu penanganan Unit PPA Polres Bone.

  • Korban berusia 15 tahun mengalami kekerasan fisik dan trauma, sementara polisi masih melakukan klarifikasi saksi sebelum menetapkan status hukum pihak terkait.

SulawesiPos.com – Korban dan pelaku perundungan di Kecamatan Lapri, Kabupaten Bone, diketahui sempat didamaikan di Polsek Lapri.

Diketahui, baik korban maupun pelaku utama berasal dari satu kampung di Desa Tungke, Kecamatan Bengo.

Informasi yang dihimpun, kasus perundungan ini berawal dari saling ejek di media sosial antara korban dan salah satu pelaku perundungan.

Korban PA (15) merupakan anak putus sekolah. Sementara pelaku dan kelompoknya merupakan siswa salah satu Madrasah Tsanawiyah di Kecamatan Lapri.

Lokasi perundungan terjadi di belakang SMPN 1 Lapri. Video perundungan berdurasi 30 detik tersebut kemudian viral di media sosial.

“Satu kampung semua itu korban dan pelaku. Sempat didamaikan kemarin di Polsek, tetapi ternyata lanjut lagi laporannya di Polres,” kata salah satu tokoh masyarakat Desa Tungke, Wawan kepada SulawesiPos.com, Rabu (11/2/2026).

Kasus Ditangani PPA

Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji Kurniawan, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya telah menyiapkan tahapan pemeriksaan awal.

Kasus ini kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bone.

“Laporannya sudah kami terima. Kami akan klarifikasi saksi-saksi dengan didampingi orang tua dan pihak-pihak terkait,” ujar AKP Alvin Aj

Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian belum dapat memastikan dugaan awal atau menetapkan pelaku sebelum proses klarifikasi selesai dilakukan.

Menurutnya, pemanggilan saksi akan dilakukan secara bertahap.

“Keterangan para saksi inilah yang nantinya menjadi dasar pengembangan lebih lanjut,” tandasnya.

Viral di Media Sosial

Sebelumnya, sebuah video viral perundungan yang diduga dilakukan sekelompok remaja siswi salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Lapri, Kabupaten Bone, beredar luas di media sosial.

Video tersebut viral di sejumlah grup WhatsApp pada Selasa (10/2/2026).

Informasi yang dihimpun, video berdurasi sekitar 30 detik itu direkam oleh salah satu pelaku perundungan. Lokasi kejadian berada di belakang SMPN 1 Lapri.

Dalam video tersebut terlihat seorang anak perempuan berusia 15 tahun ditampar berulang kali oleh sejumlah remaja perempuan.

Korban diketahui merupakan anak putus sekolah. Selain penamparan, pelaku juga melontarkan kata-kata kasar.

Korban berinisial PA tampak tak berdaya saat dikelilingi beberapa remaja sebaya yang terus mengintimidasi dan melakukan kekerasan fisik.

Keluarga korban yang tidak terima dengan perlakuan tersebut langsung melaporkan kejadian ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone.

Laporan diterima dan kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bone.

Aktivis Perempuan Bone, Martina Majid, yang mendampingi korban, mengungkapkan bahwa insiden ini bukan kali pertama terjadi.

“Ini sebenarnya kejadian berulang. Kami sudah melakukan pendampingan sejak video itu viral. Untuk kekerasannya, kami serahkan kepada pihak kepolisian. Sementara itu, kami berupaya agar korban bisa kembali melanjutkan pendidikannya,” jelasnya saat dikonfirmasi via telfon.

Ia menambahkan bahwa korban mengalami trauma cukup berat dan merasa takut jika kejadian serupa terulang kembali.

Dinas Pendidikan Pastikan Pelaku Bukan Siswa SMPN 1 Lapri

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, memastikan pelaku bukan siswa SMPN 1 Lapri.

“Memang kejadiannya di belakang SMPN 1 Lapri tapi pelakunya ternyata sekelompok siswa MTs,” katanya.

Ia mengaku, pasca video viral dirinya langsung berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bone.

“Korban sudah diberikan pendampingan dan kami berharap kejadian seperti ini tidak lagi terulang,” tegasnya. (kar)

Nur Ainun Afiah

Share
Published by
Nur Ainun Afiah
Tags: bullying siswa MTs perundungan Bone Polres Bone PPA video bullying viral