Overview
Warga Bulukumpa menemukan seorang petani, Mustaming alias Toba (±60), meninggal di kebun belakang rumahnya.
BPBD Bulukumba melakukan evakuasi jenazah sesuai prosedur, meski jenazah sudah dibawa keluarga sebelumnya.
Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan, dan jenazah dimakamkan di area kebun dekat rumah keluarga.
SulawesiPos.com – Warga Lingkungan Balleanging, Kelurahan Ballasaraja, Kecamatan Bulukumpa, dikejutkan dengan penemuan seorang petani yang telah meninggal dunia di kebun belakang rumahnya, Senin (9/2/2026) pagi.
Korban, Mustaming alias Toba (±60), diduga meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.
Dari informasi awal, almarhum tinggal di rumah kebun yang berada sekitar 100 meter dari rumah utama keluarganya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bulukumba, Abd. Haris, mengatakan pihaknya menerima laporan warga sekitar pukul 08.25 WITA untuk membantu evakuasi jenazah.
“Saat tim tiba di lokasi, jenazah sudah lebih dulu dievakuasi pihak keluarga ke rumah kerabatnya,” ujar Haris dikutip dari JawaPos Group.
Kapolsek Bulukumpa, AKP Hamsah, menambahkan, timnya tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 Wita dan melakukan olah kejadian awal berdasarkan keterangan saksi.
Menurut saksi, Mewah (47), penemuan berawal saat ia hendak menuju kebun untuk mencari durian yang jatuh sekitar pukul 06.20 WITA.
Saat itu, ia mencari korban yang biasanya tinggal di rumah kebun, namun tidak menemukannya. Beberapa saat kemudian, ia melihat korban tergeletak tidak jauh dari rumah kebun.
Adik korban, Taiyeb (56), bersama warga kemudian mengevakuasi jenazah ke rumah keluarga.
Dari pemeriksaan awal dan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan sehari-hari tinggal di kebun belakang rumah orang tuanya.
Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Korban diperkirakan telah meninggal sekitar dua hari sebelum ditemukan,” ujar AKP Hamsah.
Jenazah almarhum akhirnya dimakamkan pada pukul 10.56 WITA di area kebun belakang rumah keluarga, tidak jauh dari lokasi awal penemuan.
Selain penemuan di Bulukumpa, beberapa kasus serupa juga terjadi di Sulawesi Selatan.
Warga Perumnas Blok G, Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, digegerkan oleh penemuan mayat di teras rumah, Selasa (10/2/2026) pagi sekitar pukul 09.30 WITA.
Mayat pertama kali ditemukan oleh Zulkifli, petugas pencatat meter air PDAM, yang saat itu datang untuk melakukan pencatatan rutin.
Korban diketahui bernama Syarifuddin (64), ditemukan dalam posisi terlentang.
Tidak hanya itu, sebuah jenazah tanpa kepala juga ditemukan mengapung di perairan Danau Tempe, Kelurahan Mattirotappareng, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, pada Minggu pagi (8/2/2026).
Jasad ini pertama kali terlihat oleh seorang nelayan sekitar pukul 08.30 WITA, saat hendak berlabuh di sekitar Pulau IX, setelah mencium bau menyengat dari arah tepi danau.
Fenomena beberapa penemuan jenazah secara mendadak ini menimbulkan perhatian serius bagi aparat keamanan dan masyarakat setempat, sekaligus mendorong kewaspadaan di wilayah Sulawesi Selatan.