Overview
Operasional penerbangan di Bandara Arung Palakka masih ditunda karena menunggu rampungnya maintenance pesawat maskapai FlyJaya.
Bandara Arung Palakka dijadwalkan mulai melayani penerbangan pada 26 Februari sekaligus membuka rute baru Bone–Morowali.
Pembukaan rute Bone–Morowali diharapkan memperkuat konektivitas dan mendukung mobilitas pekerja asal Bone di kawasan industri Morowali.
SulawesiPos.com – Jadwal penerbangan di Bandara Arung Palakka, Kabupaten Bone, masih mengalami penundaan menyusul belum rampungnya proses maintenance atau pemeliharaan pesawat oleh maskapai FlyJaya.
Sebelumnya, bandara ini ditargetkan mulai beroperasi pada 13 Februari 2026, termasuk melayani sejumlah rute penerbangan baru.
Namun, jadwal tersebut harus diundur hingga maskapai menyelesaikan kesiapan armada.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Arung Palakka, Andi Indar Gunawan, mengatakan pihaknya telah menerima konfirmasi terbaru dari maskapai terkait waktu operasional penerbangan.
“Kemarin kita dapat konfirmasi, diupayakan tanggal 26 Februari sudah melayani rute penerbangan,” ungkapnya kepada wartawan SulawesiPos.com, Selasa (10/2/2026).
Usai proses maintenance selesai, Bandara Arung Palakka juga akan membuka rute baru Bone–Morowali.
Pembukaan rute ini akan menambah jadwal penerbangan subsidi dari sebelumnya empat hari menjadi lima hari dalam sepekan, meliputi rute Makassar, Kendari, Balikpapan, dan Morowali.
Menurut Andi Indar, jadwal penerbangan direncanakan berlangsung setiap Kamis dan Minggu.
“Kami sisa menunggu kesiapan maskapai. Karena kalau untuk bandara sendiri, mulai sarana dan prasarananya, sudah siap semua,” tambahnya.
Program penerbangan subsidi di Bandara Arung Palakka telah diluncurkan sejak September 2025 sebagai upaya pemerintah meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Saat ini, terdapat tiga rute penerbangan subsidi yang telah beroperasi, yakni Bone–Makassar, Bone–Kendari, dan Bone–Balikpapan.
Sementara itu, rute Bone–Morowali dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar, seiring tingginya mobilitas pekerja dan pelaku usaha asal Bone yang bermukim di kawasan industri tersebut.
Salah seorang pekerja tambang di Morowali asal Bone, Ansar, mengaku sangat mendukung dibukanya rute penerbangan tersebut.
“Rute ini sangat membantu apalagi kami yang pekerja, yang biasanya diberikan cuti paling lama satu minggu. Dengan adanya penerbangan Bone-Morowali, akan menghemat waktu perjalanan kami pulang ke kampung. Waktu berkumpul bersama keluarga, akan lebih banyak,” ucapnya. (kar)