Categories: Sulsel

Ironi Juara Thailand Masters, Adnan–Indah Justru Tak Masuk Daftar All England

Overview

  • Pasangan ganda campuran Indonesia mencatat sejarah di turnamen internasional, namun justru kembali tersisih dari agenda kejuaraan elite dunia.

  • Keputusan tidak menyertakan pasangan berprestasi ini memicu kritik publik dan memunculkan dugaan ketimpangan kesempatan di Pelatnas.

  • Kasus tersebut mengingatkan pada pengalaman atlet lain yang sempat terpinggirkan, tetapi justru berkembang pesat setelah memilih jalur berbeda.

SulawesiPos.com – Atlet bulutangkis nasional asal Bone, Indah Cahya Sari Jamil, kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Namun, prestasi gemilang tersebut justru diiringi rasa miris.

Berpasangan dengan Adnan Maulana di sektor ganda campuran, keduanya sukses menjuarai Thailand Masters 2026.

Kemenangan tersebut tidak hanya memastikan gelar juara, tetapi juga menjadi momen bersejarah. Karena untuk pertama kalinya, ganda campuran Indonesia mampu naik podium tertinggi di ajang Thailand Masters.

Sejak turnamen level Super 300 tersebut pertama kali digelar pada 2016, sektor ganda campuran Indonesia belum pernah meraih gelar juara.

Sejumlah pasangan sebelumnya hanya mampu menembus partai final tanpa berhasil menjadi champion.

Di final yang berlangsung pada Minggu (1/2/2026), Indah-Adnan menaklukkan sesama wakil Indonesia, Bobby Setiabudi-Melati Daeva Oktaviani.

Prestasi ini pun melengkapi torehan Indah-Adnan di berbagai kejuaraan dunia sebelumnya. Namun, di balik capaian tersebut, muncul sorotan tajam dari publik.

Nama Indah-Adnan kembali tidak masuk dalam daftar atlet yang dikirim ke turnamen All England, salah satu kejuaraan paling prestisius di dunia bulutangkis.

Kondisi ini menuai reaksi keras dari pencinta olahraga, khususnya dari Sulawesi Selatan.

“Evaluasi ini pelatihnya. Masa atlet berprestasi begitu tidak diberikan kesempatan bermain. Indah-Adnan ini pasangan masa depan Indonesia di sektor ganda campuran,” protes Wawan, netizen asal Bone sebagaimana yang diterima wartawan SulawesiPos.com, Senin (2/2/2026).

Netizen lainnya, Andika, juga menilai adanya perlakuan berbeda terhadap Indah-Adnan dibanding atlet lain di Pelatnas.

Menurutnya, ada pasangan yang minim prestasi justru rutin dikirim ke turnamen besar seperti All England atau China Open.

“Sementara Indah-Adnan sudah beberapa kali juara, tapi malah tidak diberi panggung. Wajar kalau atlet merasa kecewa,” katanya.

Pemerhati bulutangkis di Bone, Nurlis, berharap PBSI belajar dari kasus Sabar-Reza yang memilih keluar dari Pelatnas akibat minim kesempatan bertanding.

Setelah mandiri, pasangan tersebut justru berkembang pesat dan kini diperhitungkan di level dunia.

“Pasangan Indah-Adnan harusnya diberikan lebih banyak kesempatan bermain. Di Indonesia Open super 1000 kemarin, pasangan ini satu-satunya ganda Indonesia yang lolos 8 besar. Kemudian juara lagi di Thailand Master,” kata Nurlis.

Ia juga menyoroti dampak psikologis terhadap atlet. “Pelatih ini pernah jadi atlet, bagaimana perasaannya kalau dibegitukan. Bagaimana anak-anak mau berkembang kalau kariernya dimatikan. Tidak diberikan pengalaman bertanding di kejuaraan bergengsi dunia,” tambahnya.

Sementara itu, orang tua Indah, H. Jamil, berharap PBSI lebih objektif dan profesional dalam menyeleksi atlet, tanpa dipengaruhi faktor like and dislike (suka atau tidak suka).

“Memang banyak yang pertanyakan, ada apa di PBSI ini, khususnya di mix double (ganda campuran). Atletnya yang berprestasi malah tidak dikasih peluang lebih maju. Seperti Adnan-Indah ini, berprestasi tapi tidak dikirim ke turnamen besar. Malah atlet di bawahnya yang dikirim. PBSI ini sebenarnya mau cari prestasi atau matikan mental atletnya,” pungkasnya.

Prestasi Indah Cahya Sari Jamil

  • Juara Ganda Campuran Kejuaraan Dunia Junior BWF 2018
  • Juara Beregu Campuran Kejurnas PBSI 2024
  • Juara Thailand Masters 2026 bersama Adnan Maulana
  • Runner-up Malaysia International Challenge 2024 (Ganda Campuran)
  • Beberapa kali finalis BWF International Challenge/Series sepanjang 2024

Sabar-Reza, Tulang Punggung SEA Games 2025

Situasi serupa sejatinya bukan hal baru dalam dunia bulutangkis nasional, karena sebelumnya kasus hampir sama juga pernah dialami pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani.

Namun, nama Sabar-Reza kini dikenal sebagai salah satu pilar penting Indonesia, termasuk saat tampil di SEA Games 2025.

Sebelum sampai di titik tersebut, keduanya sempat melalui fase sulit yang jarang disorot publik. Pada 2021, Sabar dan Reza memutuskan mengundurkan diri dari Pelatnas PBSI Cipayung.

Keputusan itu bukan tanpa alasan. Keduanya merasa tidak mendapatkan ruang yang cukup untuk berkembang, baik dari segi program latihan maupun kesempatan bertanding.

Dalam sebuah wawancara pada 2022, Reza mengungkapkan bahwa selama berada di Pelatnas, mereka kerap tidak mendapat porsi latihan sebagaimana mestinya. (kar)

Nur Ainun Afiah

Share
Published by
Nur Ainun Afiah
Tags: bulutangkis Bone Atlet Bulutangkis Indonesia Adnan-Indah All England