Overview
SulawesiPos.com – Polemik yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) berakhir, seiring adanya keputusan islah.
Hasil pleno menetapkan kembali KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU.
Keputusan ini disambut baik Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU), termasuk di Kabupaten Bone.
Ketua PCNU Bone, Dr Rahmatunnair S.Ag., M.Ag mengatakan, islah yang terjadi di PBNU merupakan bentuk komitmen menjaga persatuan serta kecintaan para pengurus terhadap NU.
“Persoalan internal kelembagaan yang menonaktifkan ketua umum sudah selesai dan tidak ada lagi masalah,” tegasnya kepada wartawan SulawesiPos.com, Minggu (1/2/2026).
Rahmatunnair menegaskan bahwa PCNU Bone memberikan dukungan penuh terhadap kembali ditegaskannya Gus Yahya sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU.
“Sebagai ketua PCNU Bone, saya memberikan dukungan penuh atas ditetapkannya kembali Gus Yahya sebagai ketua umum,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa keputusan ini menjadi momentum bagi seluruh pengurus PBNU untuk kembali bekerja secara total dalam menjalankan program-program organisasi.
“Dengan demikian, segenap jajaran pengurus PBNU kembali seperti semula dan kini saatnya fokus melaksanakan agenda-agenda keumatan yang sangat penting,” tandasnya.
Dengan selesainya dinamika internal ini, PCNU Bone berharap PBNU semakin kokoh dalam mengemban amanah umat dan terus berperan aktif dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan kemasyarakatan.
Sebelumnya, Rapat pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang digelar di Jakarta pada Kamis (29/1/2026) memutuskan untuk memulihkan jabatan KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU.
Rapat pleno juga menerima pengembalian mandat KH Zulfa Mustofa dari jabatan Penjabat Ketua Umum PBNU. (kar)