Overview
SulawesiPos.com – Hujan deras disertai angin kencang melanda Kabupaten Maros, Minggu (1/2/2026), dan menyebabkan kerusakan rumah warga di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Turikale yang merupakan pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi daerah.
Di Kecamatan Turikale, enam rumah warga dilaporkan rusak parah setelah angin kencang datang secara tiba-tiba dan menerjang sejumlah kelurahan yang berada di jalur strategis Poros Makassar–Maros.
Camat Turikale, Nasaruddin, menjelaskan bahwa wilayah terdampak meliputi Kelurahan Turikale, Boribellayya, dan Kacang Puren yang berada di kawasan dengan kepadatan penduduk tertinggi di Kabupaten Maros.
“Total ada enam rumah terdampak. Tiga rumah di Kelurahan Turikale, dua rumah di Kacang Puren, dan satu rumah di Kelurahan Boribellayya,” katanya.
Ia menyebut seluruh rumah yang terdampak mengalami kerusakan berat akibat bagian atap yang terlepas dan beterbangan.
“Atap rumahnya terbang semua,” ujarnya.
Menurut Nasaruddin, hujan deras dan angin kencang berlangsung sekitar satu jam, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian materil masih dalam proses pendataan dan perhitungan,” jelasnya.
Saat ini, warga terdampak terpaksa mengungsi sementara ke rumah keluarga terdekat sambil menunggu bantuan dari pemerintah.
“Mereka sementara mengungsi di rumah keluarganya sambil menunggu mobilisasi bantuan dari Dinas Sosial,” imbuhnya.
Selain Turikale, dampak angin kencang juga dirasakan warga Kecamatan Moncongloe dengan total 10 rumah dilaporkan mengalami kerusakan.
Kepala Desa Moncongloe, Muhammad Iqbal, mengatakan rumah warga yang terdampak tersebar di beberapa dusun dan kawasan perumahan.
“Di Dusun Panaikang terdapat dua rumah, Dusun Pamanjengan satu rumah, dan di Perumahan Findaria Mas 2 sebanyak tujuh rumah,” katanya.
Peristiwa tersebut juga mengakibatkan satu orang anak mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
“Korban satu orang, anak kecil dari Dusun Panaikang, sekarang berada di Puskesmas,” ujarnya.
Iqbal menambahkan, saat angin kencang terjadi, para pemilik rumah berada di dalam rumah masing-masing, dan hingga kini sebagian warga masih bertahan sambil melakukan perbaikan darurat.
“Sementara menunggu terpal dan melakukan perbaikan seadanya,” imbuhnya.
Pemerintah desa telah melaporkan kejadian tersebut ke tingkat kabupaten, namun penanganan lanjutan masih menunggu kedatangan tim terkait.
“Sudah kami laporkan ke kabupaten, tapi belum ada tim yang datang,” pungkasnya.
Tak hanya merusak rumah warga, angin kencang juga menyebabkan tiga pohon tumbang di beberapa titik, di antaranya di depan Kantor Samsat Maros, Jalan Manggong, Jalan Pemuda, serta kawasan Cabella, Kelurahan Boribellayya.
Sekretaris BPBD Maros, Nasrul, mengatakan petugas langsung dikerahkan ke lokasi begitu laporan diterima.
“Satgas sementara melakukan evakuasi dengan delapan orang personel,” katanya.
Namun, proses evakuasi sempat terkendala akibat kabel listrik yang ikut tertimpa pohon tumbang.
“Evakuasi sempat tertunda karena masih ada kabel listrik yang melintang, sehingga kami harus menunggu pihak PLN mematikan aliran listrik terlebih dahulu,” jelasnya.
Setelah aliran listrik dipadamkan, proses evakuasi kembali dilanjutkan, meski petugas masih membutuhkan alat berat tambahan.
“Teman-teman di lapangan masih membutuhkan mobil hidrolik karena pohon yang tumbang cukup besar dan rimbun,” kata Nasrul.