Ovevrview
Program KKN-T Universitas Hasanuddin di Dusun Katoang menyoroti penguatan keselamatan panen gula aren berbasis pengetahuan lokal petani.
Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa mendokumentasikan praktik panen tradisional yang adaptif terhadap risiko medan dan cuaca ekstrem.
Kegiatan ini mendorong perlindungan petani sekaligus keberlanjutan ekonomi desa dan konservasi ekosistem aren.
SulawesiPos.com – Dusun Katoang, Desa Bonto Matinggi, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, menjadi lokasi pelaksanaan program keselamatan panen gula aren pada Kamis (29/1/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin yang berfokus pada penguatan praktik kerja aman berbasis pengetahuan lokal masyarakat.
Program keselamatan panen gula aren tersebut dikoordinatori oleh Vanessa Carolina, mahasiswa Program Studi Rekayasa Kehutanan angkatan 2023.
Metode pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif dengan mengombinasikan observasi lapangan dan wawancara mendalam bersama petani aren.
Pendekatan ini bertujuan mendokumentasikan teknik panen tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun dan terbukti adaptif terhadap kondisi lingkungan setempat.
Tanaman aren (Arenga pinnata) dikenal sebagai salah satu hasil hutan bukan kayu strategis di Indonesia.
Selain menghasilkan gula alami bernilai ekonomi tinggi, tanaman ini juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan lokal serta penguatan ekonomi masyarakat desa.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, permintaan gula aren terus meningkat seiring tren konsumsi pemanis alami yang dinilai lebih ramah metabolisme dibanding gula rafinasi.
Gula aren memiliki indeks glikemik yang relatif lebih rendah serta mengandung mineral penting seperti kalium, magnesium, dan zat besi.
Namun, proses panen gula aren memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Medan hutan yang licin, ketinggian pohon yang dapat mencapai lebih dari 20 meter, serta paparan cuaca ekstrem, terutama pada musim hujan yang meningkatkan potensi terpeleset dan jatuh.
Hasil observasi menunjukkan bahwa petani di Dusun Katoang telah mengembangkan sistem keselamatan kerja berbasis pengalaman lokal.
Sistem tersebut meliputi teknik pemanjatan dengan ikatan tali alami, pemilihan jalur panen yang stabil, serta pengaturan waktu kerja untuk menghindari kondisi cuaca paling berbahaya.
Pengetahuan lokal ini dinilai memiliki nilai ilmiah penting karena selaras dengan prinsip keselamatan kerja modern yang menekankan adaptasi terhadap lingkungan dan mitigasi risiko berbasis kondisi ekologi setempat.
Seluruh temuan lapangan dicatat secara sistematis dan akan disusun menjadi buku saku keselamatan panen gula aren.
Buku saku ini dirancang sebagai panduan praktis bagi generasi muda, petani pemula, serta masyarakat luas yang tertarik mengelola hasil hutan bukan kayu secara berkelanjutan.
Program ini juga memiliki dimensi kemanusiaan, karena peningkatan keselamatan kerja berkontribusi langsung terhadap perlindungan jiwa petani, stabilitas pendapatan keluarga, serta keberlanjutan produksi gula aren sebagai sumber ekonomi masyarakat desa.
Selain aspek keselamatan, kegiatan ini turut memperkuat kesadaran akan pentingnya konservasi pohon aren yang berperan sebagai penyangga ekosistem hutan tropis, pengendali erosi, serta penyimpan karbon alami yang relevan dalam konteks perubahan iklim global.
Melalui integrasi pengetahuan lokal dan pendekatan ilmiah, program KKN-T ini diharapkan menjadi model pengembangan komunitas berbasis riset terapan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkaya khazanah ilmu kehutanan Indonesia.
Kegiatan tersebut menegaskan bahwa keselamatan kerja, pelestarian budaya lokal, dan pengembangan ekonomi desa dapat berjalan seiring sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada manusia dan lingkungan. (ali)