Overview
SulawesiPos.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) terjadi di Luwu Timur setelah akses ke wilayah Luwu, Sulawesi Selatan, terganggu akibat unjuk rasa terkait pembentukan provinsi baru.
Antrean kendaraan roda dua dan roda empat pun mengular di sejumlah SPBU.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bersama Wakil Bupati Puspawati Husler, Kapolres AKBP Ario Putranto, serta jajaran Kodim 1403/Palopo meninjau langsung SPBU di Desa Puncak Indah dan Desa Ussu, Kecamatan Malili, Rabu (28/1/2026).
“Semoga kondisi ini cepat teratasi sehingga tidak mengganggu aktivitas dan kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati.
Menurut Irwan, peninjauan dilakukan sebagai respons atas kelangkaan BBM yang terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Luwu Timur.
Ia berharap masalah ini segera teratasi agar aktivitas masyarakat kembali normal.
Kelangkaan ini dipicu aksi unjuk rasa di wilayah Luwu Utara, tepatnya di Jembatan Baliase dan Walenrang, Kabupaten Luwu, yang berdampak pada terhambatnya distribusi BBM dan tabung gas LPG ke Luwu Timur.
Saat meninjau SPBU Desa Ussu, petugas SPBU Irham menyampaikan terdapat pembatasan jumlah pembelian BBM per peringisian.
“Kendaraan roda dua dibatasi hingga Rp50.000, sementara kendaraan roda empat dibatasi hingga Rp200.000 per pengisian, kemungkinan sore ini akan tiba truk tangki selanjutnya.”
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama Forkopimda terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM dan LPG, serta menjaga situasi tetap kondusif di tengah masyarakat.
Sebelumnya, massa yang menuntut pembentukan Provinsi Luwu Raya memblokir sejumlah jalan trans Sulawesi selama lebih dari sepekan.
Aksi ini menekan pemerintah, namun juga mengganggu aktivitas pengguna jalan serta distribusi logistik dan bahan bakar ke daerah.