Categories: Sulsel

Potensi Luwu Raya Jika Menjadi Provinsi Baru

Overview

  • Luwu Raya dinilai memiliki fondasi ekonomi dan geografis yang kuat untuk berkembang sebagai provinsi baru dengan dukungan sektor agro-maritim, energi, dan perdagangan regional.

  • Keempat wilayah di Luwu Raya saling melengkapi, mulai dari lumbung pangan, pusat energi dan perkebunan, hingga simpul jasa dan distribusi kawasan.

  • Pembentukan provinsi dipandang sebagai langkah strategis untuk mempercepat pembangunan, memperkuat kemandirian daerah, dan mendorong pemerataan berbasis potensi lokal.

SulawesiPos.com – Gagasan pembentukan Provinsi Luwu Raya terus menguat sebagai wacana strategis pembangunan kawasan timur Sulawesi Selatan.

Bukan sekadar isu pemekaran administratif, Luwu Raya menyimpan modal ekonomi, sumber daya alam, dan posisi spasial yang menjadikannya layak tumbuh sebagai provinsi mandiri.

Secara geografis, Luwu Raya mencakup Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, serta Kota Palopo dengan total luas wilayah sekitar 17.700 kilometer persegi dan jumlah penduduk lebih dari 1,2 juta jiwa.

Keempat wilayah ini terhubung oleh jalur darat, laut, dan hinterland yang saling menopang, dengan Teluk Bone sebagai pintu utama konektivitas maritim.

Kombinasi ini membentuk satu kesatuan ekonomi yang relatif lengkap, dari sektor hulu hingga hilir.

Dilihat dari perspektif ekonomi dan spasial, Luwu Raya memiliki potensi besar di sektor agro-maritim, pertambangan, energi, serta jasa dan perdagangan regional.

Wilayah ini berada di posisi strategis sebagai penghubung kawasan Sulawesi bagian tengah dan timur, sekaligus memiliki akses laut yang mendukung aktivitas ekspor dan logistik.

Dilansir dari JawaPos Group, Menurut Tokoh Masyarakat Kota Palopo, Haidir Basir, jika menjadi provinsi, Luwu Raya berpeluang mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, memperpendek rentang kendali pemerintahan, serta memperkuat kelembagaan daerah.

Pengelolaan sumber daya yang lebih mandiri juga diyakini mampu meningkatkan daya saing wilayah dan mendorong pemerataan pembangunan berbasis potensi lokal.

Potensi Unggulan Kabupaten Luwu

Kabupaten Luwu memiliki kekuatan utama pada sektor perkebunan, pertanian, dan jasa.

Dilansir dari situs resmi Pemerintah Sulawesi Selatan, sub sektor perkebunan menjadi tulang punggung ekonomi dengan komoditas unggulan seperti kelapa sawit, kakao, kopi, kelapa, cengkeh, jambu mete, kemiri, lada, pala, sagu, hingga vanili.

Di sektor pertanian, Luwu mengandalkan komoditas jagung, tembakau, dan ubi kayu yang menopang kebutuhan pangan sekaligus industri olahan.

Sementara itu, sektor jasa terutama pariwisata berbasis alam dan budaya menyimpan peluang besar untuk dikembangkan sebagai penopang ekonomi non-ekstraktif.

Luwu Utara, Lumbung Pangan dan Energi Terbarukan

Dikutip dari situs Kabupaten Luwu Utara, kabupaten ini memiliki struktur ekonomi yang relatif lengkap. Sektor tanaman pangan berkontribusi sekitar 7,87 persen terhadap pembentukan PDRB, dengan komoditas unggulan berupa padi dan jagung.

Sektor hortikultura menyumbang sekitar 2,30 persen, dengan komoditas utama durian, jeruk siam, cabai, dan bawang merah.

Namun, sektor perkebunan menjadi penyumbang terbesar PDRB dengan share sekitar 23,24 persen, melalui komoditas kelapa sawit, kakao, kopi, dan sagu.

Di sektor peternakan, Luwu Utara mengandalkan sapi potong dengan populasi lebih dari 36 ribu ekor, kerbau sekitar 14 ribu ekor, dan kambing sekitar 15 ribu ekor.

Sektor perikanan juga memiliki potensi besar, didukung garis pantai sepanjang 72,65 kilometer serta sumber daya perikanan tangkap dan budidaya, termasuk rumput laut.

Tak kalah penting, Luwu Utara menyimpan potensi pertambangan dan energi terbarukan.

Indikasi emas ditemukan di Kecamatan Seko dan Rampi, bijih besi di Seko dan Rongkong, serta bahan galian C yang tersebar di berbagai wilayah.

Potensi energi terbarukan meliputi PLTA di Masamba, Sabbang, dan Seko, serta PLTP di Rongkong dan Masamba.

Selain itu, sektor pariwisata alam, religi, budaya, hingga sport tourism berpotensi menopang ekonomi masyarakat dan menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Luwu Timur, Kekuatan Energi dan Perkebunan

Kabupaten Luwu Timur dikenal sebagai salah satu daerah dengan kinerja pembangunan yang menonjol secara nasional.

Wilayah ini memiliki sumber daya alam melimpah, khususnya di sektor energi dan pertambangan, yang menjadi penggerak utama ekonomi daerah.

Selain energi, sektor perkebunan juga menjadi andalan. Luwu Timur memiliki luas lahan kelapa sawit sekitar 18.485 hektare dengan produksi rata-rata mencapai 242.702 ton per tahun.

Tak hanya itu, daerah ini juga dikenal sebagai salah satu penghasil lada terbaik di Indonesia, dengan luas lahan 5.544 hektare dan produksi sekitar 3.819 ton per tahun.

Kombinasi sektor energi dan perkebunan menjadikan Luwu Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya yang strategis bagi Provinsi Luwu Raya.

Kota Palopo sebagai Pusat Jasa dan Perdagangan

Sebagai satu-satunya kota di Luwu Raya, Palopo memegang peran penting sebagai pusat jasa, perdagangan, dan distribusi.

Kota ini memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, industri kreatif, dan pariwisata.

Di sektor pertanian dan perkebunan, Palopo menghasilkan komoditas unggulan seperti kakao, kopi, dan kelapa.

Produksi kakao bahkan tercatat lebih dari 3.000 ton per tahun dan menjadi bagian dari rantai pasok industri cokelat nasional.

Sektor perikanan Palopo juga menonjol, terutama sebagai penghasil rumput laut berkualitas tinggi.

Sementara itu, industri kreatif berkembang melalui produk budaya seperti batik bermotif khas Luwu dan kuliner tradisional, salah satunya Dampo Durian.

Dari sisi pariwisata, Palopo memiliki destinasi alam dan budaya seperti Pantai Labombo, Puncak Palopo, serta Masjid Jami Tua Palopo.

Dengan pengelolaan yang terintegrasi dan dukungan strategi digital, sektor ini berpotensi menjadi magnet ekonomi baru.

Nur Ainun Afiah

Share
Published by
Nur Ainun Afiah
Tags: Luwu Luwu Timur Luwu Utara Palopo Provinsi Luwu Raya