Categories: Sulsel

Eks Bangunan Lapas Watampone, Saksi Sejarah Eksekusi Tahanan Diduga PKI

Overview

  • Bangunan eks Lapas Watampone menyimpan catatan sejarah kelam terkait eksekusi tahanan diduga PKI pascaperistiwa 1965.

  • Kesaksian mantan pegawai lapas mengungkap penahanan, penyerbuan massa, hingga eksekusi belasan orang pada 13 November 1965.

  • Gedung peninggalan kolonial tahun 1918 tersebut menjadi saksi perubahan kekuasaan dari masa Belanda, Jepang, hingga Indonesia merdeka.

SulawesiPos.com – Bangunan tua eks Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Watampone menyimpan jejak sejarah kelam masa lalu.

Gedung yang berdiri sejak era kolonial ini disebut pernah menjadi lokasi eksekusi terhadap belasan tahanan yang diduga terafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Peristiwa tersebut terjadi pada 13 November 1965, tak lama setelah gejolak politik nasional pasca peristiwa 1965.

Kisah itu disampaikan oleh Azis Saleh, saksi hidup sekaligus mantan pegawai lapas yang hingga kini masih menjaga bangunan eks Lapas Watampone.

Azis Saleh, yang kini berusia sekitar 80 tahun, mengaku mulai mengabdi di lapas sejak tahun 1964.

Ia menceritakan langsung kepada wartawan SulawesiPos.com sejarah dan peristiwa yang menurutnya masih membekas hingga hari ini, Selasa (27/1/2026).

“Jadi ada belasan Anggota PKI yang di eksekusi di bangunan ini,” ujarnya sembari menunjuk area di bagian belakang eks gedung Lapas Bone.

Menurut penuturannya, para tahanan tersebut awalnya diamankan di Gedung SKP, yang saat ini dikenal sebagai Kantor Golkar Bone.

Penangkapan dilakukan setelah aparat mendatangi lokasi tempat para tahanan bersembunyi.

“Waktunya didatangi naik ke atas atap. Setelah mereka ditangkap, malamnya dibawa ke sini, diamankan di sini (bangunan eks Lapas),” ucapnya.

Kabar penahanan belasan orang tersebut kemudian menyebar luas di tengah masyarakat.

Keesokan harinya, tepat pada 13 November 1965, ratusan warga mendatangi dan menyerbu kawasan lapas.

“Besoknya tanggal 13 datang massa serbu, masuk di sini. Dari 15 orang, ada tiga orang yang berhasil kabur lewat atap. 12 orang lainnya dieksekusi,” ungkap Azis.

Ia menambahkan, salah satu korban eksekusi disebut merupakan pejabat pemasyarakatan pada masa itu yang membawahi wilayah Bone, Soppeng, dan Wajo, dengan jabatan yang kala itu dikenal sebagai Direktur Daerah Pemasyarakatan.

Azis juga menjelaskan, bangunan eks Lapas Watampone dibangun pada 1918 dan telah melalui beberapa fase kekuasaan.

“Ini bangunan berdiri tahun 1918. Dibangun dan difungsikan sejak zaman penjajahan Belanda.  Tahun 1943 diambil alih oleh Jepang sampai kemudian Indonesia merdeka diambil alih oleh pemerintah Indonesia,” kisahnya. (kar)

Nur Ainun Afiah

Share
Published by
Nur Ainun Afiah
Tags: Azis Shaleh Eks Lapas Bone Kota Watampone Lapas PKI