Kantor Bupati Gowa
Overview
SulawesoiPos.com – Kebijakan efisiensi anggaran yang tengah digalakkan pemerintah justru berbanding terbalik dengan realisasi belanja salah satu program di Kabupaten Gowa.
Tim Layanan Cepat Aksi Kemiskinan (Lacak) dilaporkan telah menyerap anggaran hingga Rp713 juta hanya dalam waktu beberapa bulan pelaksanaan.
Program yang digagas sebagai upaya percepatan penanganan kemiskinan tersebut secara resmi diluncurkan pada 23 Juli 2025.
Namun, besarnya alokasi dan realisasi anggaran dalam kurun waktu relatif singkat memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat, terutama saat daerah lain menahan belanja akibat pengetatan fiskal.
Berdasarkan informasi yang beredar, anggaran Tim Lacak mencakup sejumlah kebutuhan operasional, koordinasi lapangan, serta dukungan administratif.
Meski bertujuan mulia untuk mempercepat layanan sosial, besarnya dana yang terserap dinilai perlu disertai transparansi dan evaluasi menyeluruh.
Sejumlah kalangan menilai pemerintah daerah perlu menjelaskan secara terbuka efektivitas program tersebut, termasuk dampak nyata terhadap penurunan angka kemiskinan di Gowa.
Evaluasi dianggap penting agar penggunaan APBD benar-benar sejalan dengan prinsip efisiensi, akuntabilitas, dan keberpihakan kepada masyarakat.
Hingga kini, belum ada penjelasan rinci dari pihak terkait mengenai kemungkinan penambahan anggaran lanjutan serta indikator keberhasilan program Tim Lacak ke depan.