SulawesiPos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sulawesi Selatan pada Selasa (6/1/2026).
BMKG memperingatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.
Dalam rilis BMKG Sulawesi Selatan, cuaca ekstrem tersebut diperkirakan terjadi mulai pukul 06.30 Wita.
Sejumlah wilayah diprediksi terdampak, antara lain Kabupaten Kepulauan Selayar meliputi Pasimasunggu dan Pasimasunggu Timur.
Selain itu, hujan lebat juga berpotensi terjadi di Kabupaten Maros seperti Maros Baru, Bontoa, Marusu, dan Lau.
Wilayah Pangkep turut masuk dalam daftar, termasuk Liukang Tangaya, Liukang Tupabbiring, Liukang Tupabbiring Utara, Pangkajene, Bungoro, dan sekitarnya.
BMKG juga menyebutkan potensi hujan dapat meluas ke sejumlah daerah lainnya.
Di Kabupaten Kepulauan Selayar, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Pasimarannu dan Pasilambena.
Sementara di Kabupaten Takalar, hujan diprakirakan melanda Mappakasunggu, Mangarabombang, Polombangkeng Selatan dan Utara, Galesong Selatan dan Utara, Pattallassang, serta Sanrobone.
Wilayah Kabupaten Gowa seperti Bontonompo, Bajeng, Bontomarannu, Pallangga, Somba Opu, Barombong, Pattallassang, dan Bontonompo Selatan juga berpotensi mengalami hujan dengan intensitas serupa.
Di Kabupaten Maros, daerah yang perlu waspada antara lain Mandai, Bantimurung, Tanralili, Simbang, Cenrana, Tompobulu, Moncongloe, dan Turikale.
Sementara di Pangkep, hujan diperkirakan melanda Balocci, Labakkang, Marang, Segeri, Minasatene, Tondong Tallasa, dan sekitarnya.
BMKG juga mencatat potensi hujan lebat di Kabupaten Barru, khususnya wilayah Pujananting.
Untuk Kota Makassar, wilayah yang diprediksi terdampak meliputi Mariso, Mamajang, Makassar, Ujung Pandang, Wajo, Bontoala, Tallo, Ujung Tanah, Panakkukang, Tamalate, Biringkanaya, Manggala, Rappocini, hingga Tamalanrea.
BMKG memperkirakan kondisi cuaca tersebut dapat berlangsung hingga pukul 09.00 Wita.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi genangan air, banjir, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas akibat cuaca ekstrem. (ayi)