Categories: Sulsel

KKLR: HJL dan HPRL 2026 sebagai Momentum Percepatan Terwujudnya Provinsi Luwu Raya

Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPW KKLR) Sulawesi Selatan secara resmi memantapkan langkah untuk mendorong percepatan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Aspirasi besar tersebut dijadikan agenda utama dalam pertemuan silaturahmi sekaligus rapat kerja pengurus yang berlangsung di Sekretariat baru KKLR Sulsel, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, pada Sabtu (03/01/2026).

Pertemuan ini menjadi sangat istimewa karena dirangkaikan dengan peresmian penggunaan gedung sekretariat yang baru saja rampung direnovasi.

Gedung ini diharapkan menjadi pusat komando dan wadah pemersatu bagi seluruh elemen masyarakat Luwu di perantauan maupun di kampung halaman.

Suasana kekeluargaan terasa kental saat para tokoh Wija to Luwu menyantap hidangan khas Tana Luwu seperti kapurung, lawa, parede, dan dange sebelum memulai pembahasan strategis mengenai masa depan wilayah mereka.

Ketua BPW KKLR Sulsel, Ir. Hasbi Syamsu Ali, yang memimpin jalannya rapat menekankan bahwa peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) tahun 2026 yang akan dipusatkan di Kota Palopo pada 19-24 Januari mendatang, tidak boleh sekadar menjadi seremoni tahunan.

Baginya, momentum ini memiliki nilai politis dan historis yang sangat kuat untuk menyuarakan kembali kemandirian wilayah.

“Pada prinsipnya, KKLR Sulsel merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari agenda tahunan bersejarah ini. Karena itu, kita akan berpartisipasi aktif dalam sejumlah kegiatan HJL dan HPRL di Palopo,” ungkap Hasbi.

Hasbi menegaskan bahwa target utama dari penguatan semangat ini adalah terealisasinya pemekaran wilayah yang sudah lama diperjuangkan.

“Momentum HJL–HPRL tahun ini harus mampu menguatkan perjuangan kita selama ini, yakni mewujudkan Provinsi Luwu Raya, yang diawali dengan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah,” tegasnya dengan penuh optimisme.

Untuk menyukseskan visi tersebut, KKLR Sulsel telah menyiapkan rangkaian agenda besar. Salah satu pilar utamanya adalah Silaturahmi Nasional (Silatnas) ke-2 Wija to Luwu yang dijadwalkan pada Selasa, 20 Januari 2026.

Forum ini akan mempertemukan para tokoh intelektual, pengusaha, dan birokrat asal Luwu dari seluruh penjuru nusantara untuk menyamakan persepsi mengenai pembentukan provinsi baru.

Selain itu, sentuhan nyata bagi ekonomi kerakyatan juga disiapkan melalui gelaran Pasar Rakyat yang bekerja sama dengan Universitas Andi Djemma (Unanda) pada 21-22 Januari 2026.

Berlokasi tepat di area depan Istana Kedatuan Luwu, kegiatan ini dirancang untuk memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha lokal.

“Ini adalah kesempatan bagi KKLR untuk berbuat sesuatu yang lebih bermakna dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Luwu Raya,” tambah Hasbi.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap marwah perjuangan, rangkaian acara akan dibuka dengan ziarah ke Makam Pahlawan Nasional Datu Andi Djemma di Taman Makam Pahlawan (TMP) Makassar pada Senin, 19 Januari 2026 pagi.

Langkah ini diambil untuk mengingatkan kembali generasi muda akan jati diri dan semangat pantang menyerah rakyat Luwu.

Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran elite organisasi, mulai dari Sekretaris BPW KKLR Sulsel Asri Tadda hingga para ketua bidang.

Dari tingkat pusat (BPP KKLR), hadir pula Wakil Ketua Umum Dr. Abd Talib Mustafa yang juga merupakan Koordinator Wilayah Indonesia Timur, serta Bachrianto Bachtiar, Baharuddin Solongi, dan Syahruddin Hamun.

Kehadiran sejumlah tokoh lainnya seperti Ketua BPD KKLR Palopo Ir. Jamaluddin Nawir, Ketua Kerukunan Keluarga Luwu Timur (KKLT) dr. Abdul Rahman, pengusaha Ir. H. Isrullah, dan anggota DPRD Sulsel Hj. Asni, semakin mengukuhkan soliditas KKLR Sulsel sebagai motor penggerak utama perjuangan aspiratif masyarakat Luwu Raya di tahun 2026. (amh)

Admin

Share
Published by
Admin
Tags: HJL HPRL Luwu Luwu Raya Sulsel