Nurul Fatimah, atlet padel junior yang tergabung dalam tim BOHO dalam Pentas Padel SulawesiPos
SulawesiPos.com – Di usianya yang baru menginjak 16 tahun, Nurul Fatimah Yusran membuktikan bahwa bakat dan kerja keras mampu menembus batasan usia. Siswi SMA Negeri 11 Pangkep ini tampil memukau memperkuat tim BOHO dalam ajang Pentas Padel SulawesiPos, bersaing ketat bahkan saat berhadapan dengan atlet-atlet senior berpengalaman.
Dara asal Cendana Timur, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yang akrab disapa Ima ini bukan sosok baru di dunia olahraga raket. Meski baru menyeriusi padel sekitar setahun terakhir, Ima telah memiliki fondasi teknik yang sangat kuat berkat rekam jejaknya sebagai mantan atlet tenis junior yang ditekuni sejak masa taman kanak-kanak (TK).
Hingga saat ini, Ima bahkan masih aktif menorehkan prestasi di tenis lapangan. Belum genap dua pekan lalu, ia kembali naik podium juara di kejuaraan tenis lokal.
Darah atlet mengalir deras dalam tubuh Ima. Ayahnya, M. Yusran, adalah seorang guru olahraga di SMP Negeri 2 Pangkajene yang juga aktif bermain padel di kategori Silver Man. Sementara sang ibu, Nurfaidah, setia memberikan dukungan penuh di balik layar.
Lingkungan keluarga yang suportif ini kian lengkap dengan kehadiran sang kakak, Coach Dilla, yang merupakan pelatih sekaligus pemain padel di Makassar. Selama mengikuti turnamen dan pemusatan latihan (training camp) di Makassar, Ima kerap menumpang di tempat tinggal sang kakak.
“Dukungan orang tua sangat besar. Bapak memang pemain tenis dan sekarang main padel juga,” tutur Ima saat berbincang dengan SPos, usai bertanding di gelaran Pentas Padel SulawesiPos, di Beach Padel, Tanjung Bunga, Makassar, Selasa (15/9/2026).
Meski tergolong baru, lemari prestasi Ima di cabang padel sudah terisi deretan piala bergengsi. Di level nasional, ia sukses menyabet gelar Runner-up (Juara 2) Sirkuit Nasional (Sirnas) Padel KU-18 di Semarang, serta meraih Juara 1 pada kejuaraan junior di Jakarta. Di tingkat regional Makassar, Ima telah dua kali keluar sebagai kampiun (Champion) kategori Silver, di samping torehan gelar juara 2 dan 3 lainnya.
Kiprah impresifnya ini tak luput dari pantauan federasi. Ima kini tengah bersiap mengikuti seleksi Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Timnas Junior di Jakarta.
Menyeimbangkan bangku sekolah dan karier atlet profesional bukanlah perkara mudah, terutama dengan jarak tempuh antara Kabupaten Pangkep dan Kota Makassar. Beruntung, pihak SMA Negeri 11 Pangkep memberikan kelonggaran melalui surat dispensasi resmi, terlebih saat agenda training camp dua pekan berlangsung.
“Sekolah sangat mengizinkan dan ada surat dispensasi. Kadang kalau ada jadwal pembelajaran jarak jauh (daring), saya ikut lewat Zoom,” ungkapnya.
Dalam kompetisi Pentas Padel SulawesiPos, Ima turun di kategori Silver bertandem dengan dr. Rahma, pemain asal Kabupaten Pinrang. Dari empat pertandingan yang dijalani bersama tim BOHO, duet ini menorehkan rekor impresif dengan mengemas tiga kemenangan dan hanya menelan satu kekalahan. Salah satu laga sengit yang mereka lewati adalah menundukkan pemain senior kawakan berusia di atas 50 tahun.
Ima pun mengapresiasi tingginya antusiasme komunitas dalam Pentas Padel SulawesiPos. Menurutnya, wadah kompetisi semacam ini sangat efektif untuk mengasah jam terbang atlet muda dan memajukan ekosistem padel di Sulawesi Selatan.
“Event ini seru sekali, selain fun, juga jadi kesempatan berharga buat teman-teman kategori Bronze meningkatkan skill karena bisa menjajal pertandingan melawan pemain kategori Silver,” pungkas Ima dengan senyum optimis menatap peluangnya menembus skuad Garuda Muda.