Aksi pemain pada pertandingan SulawesiPos Pentas Padel 2026 Round 7 di Copa Padel Makassar, Selasa (1/9/2026). (Dok. Ammang/SulawesiPos)
SulawesiPos.com – Padel semakin populer di Indonesia, termasuk di Makassar. Olahraga yang memadukan sejumlah karakter permainan tenis dan squash ini menarik perhatian karena dinilai menyenangkan, relatif mudah dipelajari, dan dapat dimainkan oleh berbagai kelompok usia.
Popularitas padel juga terlihat dari penyelenggaraan SulawesiPos Pentas Padel 2026, yang menjadi salah satu turnamen padel berskala besar di Indonesia Timur.
Kompetisi tersebut diikuti 190 peserta dari 16 klub dengan total hadiah mencapai Rp100 juta.
SulawesiPos Pentas Padel 2026 digelar selama enam pekan di enam lokasi berbeda di Makassar.
Kehadiran turnamen tersebut turut memperkenalkan olahraga padel kepada masyarakat sekaligus mendorong semakin banyak orang mencoba permainan ini.
Meski sekilas menyerupai tenis, padel memiliki sejumlah aturan dan teknik yang berbeda. Bagi pemula, memahami dasar permainan menjadi langkah penting sebelum masuk ke lapangan.
Ada beberapa aturan utama yang perlu diketahui sebelum bermain padel:
Selain aturan, pemula juga perlu mengenal beberapa teknik dasar yang umum digunakan dalam permainan padel:
Servis padel memiliki mekanisme tersendiri. Secara umum, tahapannya meliputi:
Sistem penghitungan skor padel pada dasarnya mengikuti tenis. Urutannya adalah 0 (love), 15, 30, 40, dan game.
Jika kedua pasangan mencapai 40-40 atau deuce, permainan berlanjut dengan sistem advantage untuk menentukan pemenang game.
Pertandingan padel umumnya menggunakan format best of three set. Satu set dimenangkan oleh pasangan yang lebih dulu meraih enam game dengan keunggulan minimal dua game.
Apabila skor mencapai 6-6, pertandingan dilanjutkan melalui tiebreak untuk menentukan pemenang set.
Dengan aturan yang relatif sederhana serta karakter permainan yang cepat dan interaktif, padel menjadi salah satu olahraga yang semakin mudah ditemui di Makassar.
Kehadiran kompetisi seperti SulawesiPos Pentas Padel 2026 turut menjadi bagian dari berkembangnya ekosistem olahraga tersebut di Indonesia Timur.