Indonesia naik ke posisi 13 klasemen Asian Games 2026 dengan 5 emas, 8 perak, dan 21 perunggu setelah emas dari panahan compound putri melalui Nurisa Dian Ashrifah.
SulawesiPos.com – Indonesia naik ke posisi 13 klasemen Asian Games 2026 dengan koleksi lima medali emas, delapan perak, dan 21 perunggu pada Jumat (2/10/2026), setelah Nurisa Dian Ashrifah menambah emas dari panahan di Okazaki, Jepang.
Jika dirinci, kontingen Merah Putih mengumpulkan 34 medali dan memperbaiki posisi dari peringkat ke-15 pada pembaruan sebelumnya.
Emas Nurisa pada nomor compound women individual mengubah peta persaingan Indonesia sekaligus memastikan target empat emas yang ditetapkan untuk Aichi-Nagoya 2026 telah terlampaui.
Indonesia masih berpeluang menambah medali pada sisa pertandingan, sehingga posisi klasemen dapat berubah.
Nurisa mengalahkan wakil Filipina Amaya Amparo Cojuangco dengan skor 139-137 pada partai final.
Kemenangan itu menjadi emas pertama Indonesia dari cabang panahan sepanjang sejarah Asian Games sejak nomor tersebut resmi dipertandingkan pada 1978.
China masih berada di puncak klasemen, disusul Jepang dan Korea Selatan.
Di kawasan Asia Tenggara, Thailand menempati posisi kelima, Malaysia berada di peringkat ke-11, sedangkan Indonesia di posisi ke-13.
Snapshot klasemen yang dikutip dalam pembaruan RRI mencatat China mengoleksi 152 emas, 69 perak, dan 59 perunggu.
Jepang berada di urutan kedua dengan 51 emas, 77 perak, dan 73 perunggu, sedangkan Korea Selatan mengumpulkan 26 emas, 30 perak, dan 50 perunggu.
Thailand tercatat memiliki 12 emas, 10 perak, dan 13 perunggu.
Malaysia mengoleksi enam emas, lima perak, dan 12 perunggu, atau satu tingkat di atas Indonesia.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengapresiasi perjuangan Nurisa dan tim panahan Indonesia. Ia menilai final yang berlangsung ketat menunjukkan pentingnya menjaga fokus hingga kesempatan terakhir.
“Alhamdulillah, Indonesia kembali mendapatkan emas. Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya untuk Nurisa Dian Ashrifah dan seluruh tim panahan Indonesia yang telah berjuang luar biasa,” kata Erick dalam keterangan Kemenpora.
Menurut Erick, capaian Nurisa bukan hanya menambah emas kelima, tetapi juga membuka catatan sejarah baru bagi panahan Indonesia.
“Ini menunjukkan bahwa untuk menjadi juara, kita harus berjuang sampai anak panah terakhir,” ujarnya.
Erick juga mengingatkan kontingen agar tidak mengendurkan perjuangan meski target awal telah dilewati.
“Emas kelima sudah kita dapatkan dan berarti target empat emas yang kita tetapkan sudah terlampaui. Hari ini masih ada atlet-atlet kita yang berjuang di final, saya harap mereka tampil total dengan fighting spirit yang tinggi karena kita masih punya peluang untuk menambah emas,” kata Erick.
Perolehan lima emas Indonesia berasal dari beregu putra bulu tangkis, ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, angkat besi 75 kilogram putra melalui Rahmat Erwin Abdullah, panjat tebing speed putri melalui Desak Made Rita Kusuma Dewi, dan panahan compound putri melalui Nurisa Dian Ashrifah.