Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin melaju ke final ganda putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan pasangan nomor satu dunia pada Senin (28/09). dok/timnasindonesiaofficial
SulawesiPos.com – Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin melaju ke final nomor perorangan ganda putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah menundukkan pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, dua gim langsung 21-11, 21-14 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang.
Kemenangan itu lahir dari komunikasi dan pembacaan pola lawan, sekaligus mengamankan minimal medali perak bagi Indonesia.
Leo-Daniel akan menghadapi pasangan China Liang Weikeng/Wang Chang pada partai puncak, Rabu (30/9/2026).
Pertandingan dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 WIB atau 10.00 Wita.
Daniel Marthin menyebut komunikasi menjadi kunci ketika mereka menghadapi pasangan Korea Selatan yang berstatus unggulan teratas.
Leo-Daniel berusaha menjaga koordinasi sekaligus membaca pola permainan lawan sejak awal pertandingan.
“Tadi kami bermain cukup baik, dan kuncinya kami terus komunikasi dan mewaspadai pola permainan lawan,” ungkap Daniel selepas pertandingan.
Kemenangan atas Kim/Seo menjadi modal penting bagi Leo-Daniel karena pasangan Korea Selatan itu berstatus unggulan teratas dan menempati peringkat pertama dunia.
Leo-Daniel langsung unggul 11-4 pada gim pertama sebelum menutupnya 21-11, lalu menjaga kendali pada gim kedua hingga menang 21-14.
Final tersebut juga memberi arti khusus bagi kontingen Indonesia.
Setelah meraih emas pada nomor beregu, Indonesia kini memiliki peluang menambah emas dari nomor perorangan melalui Leo-Daniel. Untuk sementara, tiket final telah memastikan satu medali perak.
Leo tidak ingin kemenangan atas pasangan nomor satu dunia menjadi alasan untuk menurunkan kewaspadaan.
Ia meminta pasangan tersebut memperbaiki penampilan sebelum menghadapi Liang/Wang di final.
“Di final harapannya bisa bermain lebih bagus lagi dan harus menjaga ekspektasinya,” kata Leo.
Liang/Wang lebih dulu menghentikan langkah pasangan Indonesia lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, dalam perjalanan menuju final.
Duel tersebut membuat partai puncak mempertemukan dua pasangan yang sama-sama datang setelah melewati wakil Indonesia lain.
Di atas kertas, Liang/Wang memiliki posisi ranking lebih baik.
Pasangan China berada di peringkat tiga dunia, sedangkan Leo-Daniel tercatat di peringkat 46.
Namun, catatan head-to-head membuat final tidak sepenuhnya menjadi duel tanpa modal bagi pasangan Indonesia.
Leo-Daniel pernah mengalahkan Liang/Wang dalam satu dari empat pertemuan, meski secara keseluruhan masih tertinggal 1-3.
Pertemuan terakhir di Australia Open 2026 menjadi milik pasangan China.
Liang/Wang menang dua gim langsung dengan skor 21-15, 21-18.
Data itu menempatkan final dalam dua konteks sekaligus: Leo-Daniel membawa momentum besar setelah menyingkirkan nomor satu dunia, sedangkan Liang/Wang memiliki keunggulan ranking dan hasil pertemuan terakhir.
Partai puncak akan menjadi kesempatan bagi Leo-Daniel untuk mengubah rekor pertemuan sekaligus mengejar emas perorangan Asian Games 2026.
Setelah komunikasi membawa mereka melewati pasangan nomor satu dunia, konsistensi dan kemampuan menjaga ekspektasi akan diuji kembali melawan Liang/Wang.