Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah melaju ke final ganda campuran Asian Games 2026 setelah mengalahkan pasangan nomor satu dunia, Senin (28/09/2026). dok/timnasindonesiaofficial
SulawesiPos.com – Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah mengubah kekalahan di semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2026 menjadi modal untuk menumbangkan pasangan nomor satu dunia, Feng Yanzhe/Huang Dongping, di semifinal Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Kemenangan 21-12, 21-14 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, Senin (28/9/2026), mengantar Amri-Nita ke final dan memastikan sedikitnya medali perak bagi Indonesia.
Amri-Nita selanjutnya menghadapi pasangan China Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin pada final ganda campuran nomor perorangan, Rabu (30/9/2026).
Partai puncak dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 WIB atau 10.00 Wita.
Final ini menjadi kesempatan Amri-Nita mengejar emas setelah melewati lawan berstatus unggulan pertama.
Mereka juga menjadi pasangan ganda campuran Indonesia pertama yang menembus final nomor perorangan Asian Games sejak Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir pada edisi Incheon 2014.
Amri mengakui tekanan semifinal terasa sejak awal pertandingan.
Namun, ia dan Nita mampu menjaga perjuangan hingga pasangan China kehilangan kendali permainan.
“Pertandingan dari awal pressure-nya cukup besar buat saya, di awal mereka sedikit goyang daripada kami, tidak ready. Gak tahu lah apa yang mereka rasakan, tapi kami berdua merasa lebih unggul dari sisi perjuangan. Kami lebih fight,” ungkap Amri selepas pertandingan.
Kemenangan itu diraih setelah Amri-Nita menjalani persiapan intensif sekitar satu bulan.
Bagi Amri, tiket final terasa penting karena Asian Games hanya berlangsung empat tahun sekali.
“Perasaannya senang dan bersyukur. Karena dengan persiapan yang begitu lumayan, cukup panjang dan intens selama satu bulan. Kami benar-benar mencurahkan semuanya buat di Asian Games ini,” kata Amri.
“Cukup lega karena di event ini kan empat tahun sekali dan kami bisa masuk ke final itu sangat luar biasa,” lanjutnya.
Tiket final juga membawa emosi tersendiri bagi Nita.
Ia menangis setelah pertandingan, terutama karena perjalanan pasangan tersebut sempat diwarnai hasil yang tidak sesuai harapan pada awal tahun.
“Sudah lama banget tidak masuk final dan juga ya sampai berada di titik ini tidak mudah buat kami berdua. Dengan naik turunnya, sempat awal tahun hasilnya jauh banget dari apa yang kami harapkan,” kata Nita.
“Dan hari ini di Asian Games kami bisa main ke final. Rasanya bikin saya lega dan sangat-sangat bersyukur,” tambahnya.
Feng/Huang bukan lawan baru bagi Amri-Nita.
Pasangan China itu mengalahkan wakil Indonesia pada semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2026 sekitar sebulan sebelum Asian Games.
Amri menyebut kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi sebelum mereka kembali bertemu di panggung Asia.
“Dari Kejuaraan Dunia kami belajar satu hal, kami masih bisa asal mau dari segala kekurangan ini kami mau perbaiki, kami asah lagi kemampuan kami,” ujar Amri.
Setelah Kejuaraan Dunia, Amri-Nita mendapat pendampingan penuh dari pelatih Nova Widianto.
Amri menyebut program latihan dan dorongan mental dari Nova membantu mereka menghadapi turnamen.
“Alhamdulillah pulang dari Kejuaraan Dunia sudah dipegang penuh Coach Nova (Widianto) dan sangat membantu buat kami karena cukup kompleks dari latihannya. Dia juga terus memotivasi kami, mengajarkan mentalitas dan selalu berpesan tujuan kami di bulutangkis itu apa,” kata Amri.
Di final, Amri-Nita menghadapi Jiang/Wei yang berada di peringkat tiga dunia, sedangkan pasangan Indonesia menempati peringkat 15.
Kedua pasangan belum pernah bertemu sehingga catatan head-to-head masih 0-0.
Amri-Nita membawa momentum setelah mengalahkan pasangan peringkat satu dunia.
Mereka kini tinggal satu pertandingan untuk mengejar emas ganda campuran sekaligus membuka peluang Indonesia mengawinkan gelar beregu dan perorangan bulu tangkis Asian Games 2026.