Categories: Sport

Sulawesi Pos Pentas Padel 2026 Siap Bergulir, Technical Meeting Sepakati Kurasi Pemain Berjalan

SulawesiPos.com – Panitia Sulawesi Pos Pentas Padel (SPPP) 2026 menggelar technical meeting di Hotel Swiss-Belinn Panakkukang, Makassar, Minggu (16/8/2026), jelang kick-off kompetisi yang akan dibuka pada 21 Agustus 2026.

Forum yang dihadiri puluhan perwakilan tim itu mematangkan regulasi pertandingan sekaligus menyepakati kurasi pemain berjalan hingga pekan ketiga turnamen.

SPPP 2026 akan diikuti 16 tim dengan total 190 peserta yang masing-masing tim berisi 8 sampai 12 pemain.

Ketua Panitia SPPP 2026, Shofiyyah Salsabil Nanda, mengatakan turnamen ini dirancang berbeda karena memakai format liga penuh selama enam pekan.

“Liga padel di Makassar ini masih belum banyak. Kita ingin menjadikan SPPP sebagai wadah agar tim-tim di Makassar dapat merasakan bagaimana bermain padel dengan format liga penuh selama satu setengah bulan, tidak hanya sekadar turnamen tiga hari selesai,” ujar Shofiyyah.

Pembukaan turnamen dijadwalkan pada 21 Agustus 2026 dan penutupan pada 27 September 2026.

Pada pekan pertama, pertandingan akan dimainkan setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Memasuki pekan kedua hingga pekan kelima, jadwal laga bergeser ke Selasa, Rabu, dan Kamis.

Aturan Teknis dan Transparansi

Person In Charge Turnamen SPPP, Muhammad Fahrul Falah, memaparkan aturan pertandingan mulai dari prosedur kedatangan di venue hingga kewajiban setiap tim menyetorkan line-up pemain.

Menurut Fahrul, technical meeting berlangsung dinamis karena forum peserta juga menyoroti transparansi identitas pemain lawan.

“Peserta meminta transparansi nama dan foto pemain lawan. Saat ini panitia sedang merampungkan proses pengunggahan kelengkapan data pemain satu per satu ke dalam website,” jelas Fahrul.

Dari pembahasan itu, panitia dan peserta menyepakati perubahan aturan terkait kurasi pemain.

Jika sebelumnya tidak ada lagi pergantian atau pengecekan pemain setelah technical meeting selesai, kini setiap tim diberi ruang melaporkan pemain lawan yang dinilai tidak memenuhi kualifikasi turnamen hingga pekan ketiga kompetisi.

Panitia juga memastikan penghargaan Best Player dan Best Supporter tetap dipertahankan dalam SPPP 2026.

Untuk kategori Best Supporter, penilaian disebut tidak bertumpu pada jumlah massa, melainkan pada aktivasi dukungan langsung di venue serta keterlibatan di media sosial.

Bidik Dampak Sport Tourism

Shofiyyah menilai SPPP 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga berpotensi mendorong sport tourism di Makassar.

Ia menyebut ekosistem padel di kota ini terus tumbuh dengan sekitar 30 sampai 40 lapangan dan jumlah pemain aktif lebih dari 1.000 orang, termasuk pemain tenis yang ikut meramaikan cabang tersebut.

Menurut dia, turnamen dengan format liga berpeluang menarik pehobi padel dari luar Makassar, termasuk dari kabupaten sekitar yang belum memiliki lapangan sendiri.

“Pemain dari kabupaten biasanya datang ke Makassar untuk bermain. Dengan adanya turnamen atau liga seperti ini, tentu ada multiplier effect. Kita tidak hanya mendapatkan keuntungan dari segi olahraga, tetapi juga ada keuntungan ekonomi dan perputaran di sektor pariwisata,” pungkas Shofiyyah.

MN Abdurrahman

Share
Published by
MN Abdurrahman
Tags: Makassar Padel sport tourism SPPP 2026 Sulawesi Pos