Austin Reaves resmi bertahan di Los Angeles Lakers lewat kontrak baru empat tahun. dok/lakers
SulawesiPos.com – Los Angeles Lakers secara resmi mengambil langkah strategis paling berani dan bersejarah untuk mengamankan fondasi masa depan mereka.
Waralaba raksasa asal California tersebut resmi mengumumkan kesepakatan kontrak baru berdurasi empat tahun untuk mempertahankan guard andalannya, Austin Reaves, pada Minggu, 12 Juli 2026 waktu Amerika Serikat.
Tidak tanggung-tanggung, manajemen Lakers menggelontorkan dana fantastis sebesar USD 185 juta atau setara dengan Rp2,9 triliun untuk durasi empat tahun ke depan.
Nilai ini resmi menobatkan Reaves sebagai pemain undrafted (tidak terpilih dalam NBA Draft) dengan nilai kontrak tertinggi sepanjang sejarah liga NBA, lengkap dengan klausul opsi pemain (player option) di tahun keempatnya.
Langkah ini sekaligus memperpanjang cerita narasi langka mengenai perjalanan karier guard berusia 28 tahun tersebut.
Mengawali langkah di NBA sebagai pemain yang terabaikan pada malam NBA Draft 2021, Reaves kini resmi memasuki babak baru sebagai salah satu pilar utama dan bagian sentral dari arah kompetitif tim berlambang emas dan ungu tersebut.
Kesepakatan bernilai megah untuk mengunci Reaves datang setelah sang pemain menunjukkan performa yang mengubah total skala penilaiannya di liga.
Berdasarkan data resmi NBA, Reaves menutup musim kompetisi 2025-2026 dengan catatan statistik terbaik sepanjang kariernya, yakni menorehkan rata-rata 23,3 poin, 5,5 assist, 4,7 rebound, dan 1,1 steal per gim dalam 51 pertandingan.
Lonjakan performa yang luar biasa ini membuat Reaves tidak lagi sekadar dipandang sebagai kisah kejutan dari seorang pemain undrafted semata.
Memasuki musim keenamnya bersama Lakers, posisinya kini telah naik kelas dan diposisikan sebagai tandem penting bagi sang megabintang, Luka Doncic, dalam proyek besar Lakers untuk membangun tim penantang gelar juara NBA.
Musim lalu menjadi pembuktian sahih kekuatan grafik perkembangan Reaves yang konsisten sejak hari pertamanya sebagai rookie.
Setelah memulai debut karier NBA dengan rata-rata hanya 7,3 poin per gim pada musim 2021-2022, ia terus meroket hingga menembus level bintang pada musim 2025-2026.
NBA mencatat bahwa angka rata-rata 23,3 poin per gim milik Reaves musim lalu merupakan rata-rata poin tertinggi yang bisa dicetak oleh seorang pemain undrafted di liga sejak legenda Moses Malone membukukan 23,8 poin pada musim 1985-1986.
Sementara di internal sejarah waralaba Lakers sendiri, torehan luar biasa ini merupakan yang tertinggi bagi pemain non-draft sejak era George Mikan pada musim 1951-1952.
Sepanjang musim lalu, Reaves tampil sangat konsisten dengan selalu mencetak angka dua digit dalam seluruh 51 penampilannya.
Salah satu momen puncak kegemilangannya terjadi pada 26 Oktober 2025, saat ia sukses menggelontorkan 51 poin dalam laga kontra Sacramento Kings, sebuah torehan yang memasukkan namanya ke dalam daftar elite para pemain legendaris Lakers yang pernah mencetak minimal 50 poin dalam satu pertandingan.
Presiden Operasi Basket sekaligus General Manager Los Angeles Lakers, Rob Pelinka, memberikan apresiasi dan penegasan tertinggi mengenai posisi Reaves yang kini dipandang sebagai wajah penting organisasi, bukan lagi sekadar pelapis yang berkembang diam-diam di dalam rotasi.
“Austin Reaves adalah bagian integral dari organisasi kami (an integral part of our organization). Kontrak baru ini menegaskan komitmen jangka panjang kami terhadapnya,” ungkap Rob Pelinka saat memberikan pernyataan resminya terkait penandatanganan kontrak tersebut.
“Dia telah tumbuh dari taruhan murah menjadi salah satu fondasi utama di tim ini. Grafik perkembangannya yang luar biasa menunjukkan mentalitas kerja keras yang sesuai dengan identitas Lakers, dan kami sangat antusias melihatnya terus menjadi bagian sentral bersama Luka Doncic dalam membawa tim ini kembali bersaing di level tertinggi demi memperebutkan cincin juara,” pungkas Pelinka penuh optimisme.
Dengan investasi sebesar USD 185 juta ini, Los Angeles Lakers tidak hanya sukses mengamankan jasa pemain yang sangat produktif di lapangan.
Mereka juga berhasil mengunci salah satu simbol kisah perkembangan paling langka, paling mahal, dan paling sukses di era modern NBA saat ini.