SulawesiPos.com – Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama memasuki fase yang tidak mudah dalam musim debutnya di Moto3, ketika harapan besar dari penampilan kompetitif di Assen harus berbenturan dengan rasa kecewa karena gagal finis, tetapi itu justru membuka momen penting untuk bangkit menjelang Grand Prix Jerman.
Veda Pratama datang ke pekan ini dengan satu luka yang masih terasa dari Moto3 Belanda pada Sabtu, 28 Juni 2026.
Pembalap Honda Team Asia itu sempat tampil meyakinkan, bahkan ikut bertarung di kelompok depan, sebelum akhirnya terjatuh pada lap kedelapan dan gagal melihat bendera finis.
Hasil tersebut membuat Veda Pratama turun ke posisi ketujuh klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 82 poin, sejajar dengan Hakim Danish yang kini menyalip di atasnya.
Namun, titik penting dari cerita Veda Pratama tidak berhenti pada kegagalan finis. Justru dari Assen, pembalap muda asal Gunungkidul itu membawa tanda bahwa kecepatannya masih sangat kompetitif.
Pada sesi kualifikasi, Veda Pratama sempat bangkit setelah Jumat yang berat, lolos dari Q1 ke Q2, lalu mengamankan posisi start ketujuh.
Perubahan setting motor dan evaluasi data yang dilakukan tim ikut membantu Veda Pratama menemukan kembali feeling dengan motor Honda NSF250RW miliknya.
“Kami cek data lagi dan saya tahu bagian mana yang masih harus saya kembangkan. Tim juga memberikan nasihat ke saya dan di pagi hari saya langsung mendapatkan feeling yang bagus,” kata Veda Pratama setelah sesi kualifikasi di Assen.
Menunggu Jawaban dari Sachsenring
Perhatian kini tertuju ke Sachsenring yang akan menjadi tuan rumah Moto3 Jerman pada 10-12 Juli 2026.
Di situlah Veda Pratama dihadapkan pada kesempatan berikutnya untuk menjawab rasa kecewa dari Belanda sekaligus membuktikan bahwa performa kuatnya di grup depan bukan kebetulan.
Veda Pratama sendiri tidak menyembunyikan rasa frustrasinya setelah gagal finis di Assen. Namun dari sana pula muncul kalimat yang kini menjadi penanda arah perjuangannya menuju seri berikutnya.
“Balapan hari ini benar-benar bencana karena saya tidak bisa finis, jadi saya sangat kecewa,” ujar Veda Pratama seperti dikutip laman resmi MotoGP.
Meski begitu, Veda Pratama menegaskan bahwa hasil buruk itu tidak menghapus keyakinannya terhadap kemampuan sendiri dan paket motornya. “Saya akan kembali lebih kuat di Jerman,” katanya.
Veda sedang berada di titik ketika pembalap muda harus memilih antara larut dalam kekecewaan atau mengubah kegagalan menjadi pelajaran.
Dengan pengalaman sempat memimpin grup di Assen, evaluasi data motor Honda, dan kenangan positif di Sachsenring pada ajang junior sebelumnya, Veda Pratama kini menatap GP Jerman sebagai ruang pembuktian berikutnya.


