SulawesiPos.com – Peta persaingan Moto3 2026 berubah drastis setelah FIM MotoGP Stewards menjatuhkan sanksi berat kepada pebalap Leopard Racing, Adrian Fernandez.
Rider asal Spanyol itu resmi didiskualifikasi dari enam balapan awal musim akibat pelanggaran regulasi teknis mesin.
Keputusan yang diumumkan MotoGP pada Jumat (5/6/2026) itu berdampak besar terhadap klasemen sementara Moto3 2026.
Salah satu pebalap yang diuntungkan adalah Veda Ega Pratama.
Rider Honda Team Asia tersebut kini naik ke posisi ketiga klasemen dunia setelah Adrian Fernandez kehilangan seluruh poin dari enam balapan yang didiskualifikasi.
Kasus bermula saat pemeriksaan teknis menemukan ketidaksesuaian pada segel salah satu mesin yang digunakan Fernandez.
Dalam pernyataan resminya, MotoGP menjelaskan bahwa mesin tersebut diduga telah dibuka tanpa izin resmi.
“Ditemukan segel pada salah satu mesin Adrian Fernandez tidak sesuai dengan prosedur pemasangan kawat pengaman standar. Setelah pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan mesin tersebut telah dibuka tanpa otorisasi,” tulis MotoGP dalam pernyataan resminya.
Dalam regulasi Moto3, mesin yang segelnya rusak, hilang, atau dimanipulasi dianggap telah direkondisi dan harus dihitung sebagai mesin baru dalam alokasi mesin pembalap sepanjang musim.
Berdasarkan temuan tersebut, FIM MotoGP Stewards menjatuhkan sanksi diskualifikasi terhadap Fernandez dari GP Thailand, Brasil, Amerika Serikat, dan Spanyol.
“Hukuman yang dijatuhkan Steward adalah diskualifikasi dari Grand Prix Thailand, Brasil, Amerika Serikat, dan Spanyol, yaitu balapan-balapan saat mesin tersebut digunakan,” demikian pernyataan MotoGP.
Masalah ternyata belum berakhir.
Setelah GP Italia di Mugello, inspeksi lanjutan kembali menemukan dugaan manipulasi pada mesin kedua milik Fernandez.
MotoGP mengungkapkan adanya perubahan pada kawat segel dan stiker pengaman mesin yang mengindikasikan mesin tersebut telah dibuka.
“Selama proses inspeksi, pabrikan mesin menemukan berbagai anomali yang menunjukkan mesin tersebut telah disetel dan karena itu telah dibuka,” tulis MotoGP.
Hasil investigasi lanjutan membuat Fernandez kembali dijatuhi sanksi diskualifikasi dari GP Prancis dan GP Catalunya.
“Berdasarkan temuan Direktur Teknis dan laporan resmi pabrikan mesin, mesin kedua juga terbukti telah dibuka tanpa otorisasi. Karena itu, Fernandez didiskualifikasi dari GP Prancis dan GP Catalunya,” lanjut pernyataan tersebut.
Akibat diskualifikasi enam balapan tersebut, Fernandez kehilangan total 77 poin dan terjun bebas dari posisi ketiga klasemen.
MotoGP menyebut pebalap bernomor 31 itu kini hanya menyisakan 13 poin hasil GP Italia.
“Hal ini membuat pembalap bernomor #31 itu hanya menyisakan 13 poin dari GP Italia di Mugello, sehingga turun dari posisi ketiga klasemen ke papan bawah 20 besar,” tulis MotoGP.
Situasi tersebut membawa keuntungan besar bagi Veda Ega Pratama.
Pebalap Honda Team Asia itu kini naik ke posisi ketiga klasemen sementara Moto3 2026 dan semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu rookie terbaik musim ini.
Sepanjang musim debutnya, Veda tampil konsisten dengan meraih podium ketiga di GP Brasil dan GP Prancis serta beberapa kali finis di zona poin.
Dengan masih banyak seri tersisa, peluang pebalap asal Gunungkidul tersebut untuk terus memperbaiki posisi klasemen masih terbuka lebar.
Kenaikan ke posisi tiga besar dunia menjadi pencapaian penting bagi Veda sekaligus membuka harapan baru bagi Indonesia untuk kembali mencetak sejarah di ajang balap motor Grand Prix.


