SulawesiPos.com – Babak Final Wilayah Barat NBA 2026 semakin memanas dan sulit diprediksi.
San Antonio Spurs sukses membalas kekalahan mereka secara krusial pada pertandingan Game 4 yang berlangsung Senin, 25 Mei 2026 di Frost Bank Center.
Tanpa ampun, skuad asuhan Gregg Popovich melindas Oklahoma City Thunder dengan skor telak 103-82.
Kemenangan dominan ini tidak hanya mengembalikan kepercayaan diri publik Texas, tetapi juga berhasil menyamakan kedudukan seri menjadi imbang 2-2.
Hasil ini memastikan bahwa persaingan menuju babak Grand Finals NBA musim ini dipastikan akan berjalan lebih panjang dan sengit.
Bintang muda berbakat asal Prancis, Victor Wembanyama, menjadi mimpi buruk nyata bagi lini pertahanan Oklahoma City Thunder.
Bermain dengan efisiensi tinggi, Wembanyama membukukan statistik fantastis berupa 33 poin, 8 rebound, 5 assist, dan 3 block hanya dalam kurun waktu 31 menit di atas lapangan.
Sejak kuarter pertama dimulai, sang center raksasa langsung menunjukkan agresivitasnya.
Puncak performa memukau Wembanyama terjadi tepat sebelum turun minum.
Pemain bertinggi badan 2,24 meter ini melepaskan tembakan spektakuler jarak jauh (buzzer-beater) dari tengah lapangan yang sukses menghujam ring OKC.
Aksi teatrikal tersebut sekaligus menutup babak pertama dengan keunggulan nyaman bagi Spurs, memicu gemuruh luar biasa dari ribuan pendukung tuan rumah di Frost Bank Center.
Selain faktor lini serang yang tajam, kunci utama kemenangan telak San Antonio pada laga kali ini terletak pada strategi bertahan mereka yang luar biasa disiplin.
Skuad Spurs berhasil mematikan aliran bola cepat yang biasa diperagakan oleh anak-anak muda OKC.
Berdasarkan data statistik resmi pascapertandingan, pertahanan rapat Spurs memaksa Thunder mencatatkan akurasi tembakan yang sangat buruk, yakni hanya 33% secara keseluruhan (field goals).
Lebih parah lagi, lini perimeter San Antonio benar-benar mengunci akurasi tembakan tiga angka (three-point) Thunder hingga menyentuh angka 18% saja (hanya masuk 6 dari 33 percobaan).
Ini menjadi salah satu catatan ofensif terendah bagi OKC sepanjang babak postseason musim ini.
Catatan Pertandingan: Pertahanan ketat Spurs sukses menahan produktivitas angka Thunder hingga di bawah 85 poin, sebuah pencapaian langka menghadapi tim dengan daya ledak setinggi OKC.
Di kubu tim tamu, absennya Jalen Williams akibat cedera yang masih membekapnya terbukti menjadi pukulan telak yang merusak rotasi permainan Oklahoma City Thunder.
Tanpa kehadiran Williams, beban serangan praktis bertumpu sepenuhnya pada pundak Shai Gilgeous-Alexander.
Shai sebenarnya tetap tampil sebagai motor serangan utama dengan mengemas 19 poin.
Namun, minimnya dukungan dari rekan setim membuat Thunder tertinggal semakin jauh memasuki paruh kedua laga.
Melihat selisih poin yang sudah terlampau lebar di kuarter keempat, pelatih OKC memutuskan untuk menarik keluar Shai Gilgeous-Alexander demi menghemat tenaga sang megabintang untuk laga berikutnya.
Langkah ini diambil mengingat jalannya kompetisi yang masih panjang dan membutuhkan kebugaran fisik maksimal.
Dengan hasil imbang 2-2, persaingan kedua tim kini kembali ke titik awal.
Berikut adalah rangkuman perjalanan sengit Spurs dan Thunder sepanjang babak final wilayah ini:
Pada Game 1 yang digelar di markas OKC, Paycom Center, Spurs sempat mencuri kemenangan dramatis lewat babak dua kali perpanjangan waktu (double overtime) dengan skor akhir 122-115.
Thunder kemudian bangkit di Game 2 untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah menumbangkan Spurs 122-113.
Memasuki Game 3 saat seri bergeser ke San Antonio, Thunder sempat berbalik unggul 2-1 setelah tampil dominan dan menang dengan skor 123-108.
Namun, momentum tersebut berhasil dipatahkan oleh Spurs lewat kemenangan telak 103-82 di Game 4 ini.
Dengan kedudukan yang kembali sama kuat, momentum kini sedikit bergeser ke arah San Antonio Spurs.
Namun, keuntungan bermain di kandang akan kembali menjadi milik Oklahoma City Thunder pada laga krusial Game 5 yang dijadwalkan bergulir dalam waktu dekat.
Siapakah yang akan merebut poin krusial berikutnya? Menarik untuk dinantikan.

