Overview
SulawesiPos.com, Jakarta – Arsitek di balik kedigdayaan AE Palma Futsal, Jose Tirado, resmi menginjakkan kaki di tanah air.
Namun, ini bukan sekadar kunjungan diplomatik biasa.
Kedatangannya membawa misi tunggal: melakukan dekonstruksi terhadap sistem futsal nasional yang selama ini dianggap “raksasa tidur” untuk dibangun kembali menjadi kekuatan elit dunia.
Di bawah kepemimpinan Ketua Umum FFI, Michael Victor Sianipar, federasi tampaknya mulai menyadari bahwa talenta alamiah pemain Indonesia akan menemui jalan buntu tanpa infrastruktur manajemen yang mumpuni.
Jose Tirado hadir bukan sebagai pelatih di pinggir lapangan, melainkan sebagai kompas strategis bagi liga.
Tirado secara gamblang menyoroti kontradiksi futsal Indonesia pasar yang masif dan fans yang militan, namun masih dibalut dengan tata kelola kompetisi yang konvensional.
“Tujuan kami adalah membantu futsal Indonesia bertransformasi menjadi entitas profesional yang disegani dunia. Kami tidak hanya membawa taktik, tapi sistem,” ungkap Tirado dalam keterangannya.
Alih-alih memberikan solusi instan, Tirado dan FFI sepakat untuk menyentuh aspek fundamental melalui tiga lini utama:
Modernisasi Ekosistem Bisnis: Transformasi liga dari sekadar jadwal rutin menjadi industri olahraga yang kredibel. Targetnya jelas: standardisasi manajemen yang membuat liga memiliki nilai jual tinggi bagi sponsor internasional.
Standardisasi SDM Multisektoral: Sorotan tidak lagi hanya tertuju pada pemain bintang. FFI akan memberlakukan sertifikasi dan peningkatan kualitas bagi wasit, pelatih, hingga ofisial klub. Tujuannya agar integritas pertandingan tetap terjaga di level tertinggi.
Kesehatan Finansial Klub: Melalui pendampingan teknis, klub-klub lokal akan didorong bertransformasi menjadi organisasi yang sehat secara administratif. Tidak boleh ada lagi klub yang hanya “numpang lewat” tanpa pondasi bisnis yang berkelanjutan.
Pemilihan AE Palma Futsal sebagai mitra strategis bukanlah tanpa alasan.
Di kancah Eropa, Palma adalah simbol efisiensi.
Mereka berhasil mendominasi kompetisi elit Benua Biru bukan karena anggaran yang tak terbatas, melainkan karena ketajaman manajemen.
Michael Victor Sianipar berharap “resep rahasia” inilah yang bisa diserap oleh para pemangku kepentingan futsal di Indonesia.
Dengan memperbaiki kualitas kompetisi, Indonesia diproyeksikan akan menjadi magnet bagi pemain-pemain kelas dunia, yang pada gilirannya akan meningkatkan level pemain lokal kita.