Overview
SulawesiPos.com – Teka-teki rupa motor terakhir di paddock MotoGP 2026 akhirnya terjawab.
Honda secara resmi memperkenalkan RC213V 2026 yang akan dikendarai Joan Mir dan Luca Marini, sekaligus menutup rangkaian peluncuran livery seluruh tim MotoGP musim ini.
Peluncuran ini bukan sekadar seremoni. Bagi Honda, momen tersebut menjadi simbol serangan balik setelah melewati periode sulit dalam beberapa musim terakhir.
Honda tetap setia pada kombinasi merah, biru, dan putih, warna ikonik Honda Racing Corporation (HRC).
Namun, RC213V 2026 hadir dengan tampilan yang lebih tajam, ditandai garis aerodinamis agresif yang mencerminkan arah pengembangan terbaru mereka.
Logo Castrol tampil dominan, menandai era baru setelah berakhirnya kemitraan panjang dengan Repsol pada akhir 2024.
Kolaborasi ini disebut tidak hanya bersifat komersial, tetapi juga teknis, terutama dalam pengembangan performa motor.
Manajer tim Alberto Puig menegaskan bahwa target Honda kini jauh lebih ambisius.
“Kami sudah membuat langkah besar di 2025. Musim 2026 bukan lagi soal belajar, tetapi bertarung secara konsisten untuk podium dan posisi lima besar,” tegasnya.
Musim 2026 menjadi musim terakhir regulasi mesin 1.000cc sebelum MotoGP beralih ke 850cc pada 2027.
Honda memanfaatkan momentum ini untuk memaksimalkan potensi RC213V.
Fokus utama pengembangan meliputi penyempurnaan aerodinamika, distribusi tenaga yang lebih halus, serta manajemen ban agar tetap kompetitif sepanjang jarak balap.
Targetnya jelas: RC213V tidak hanya cepat dalam satu lap, tetapi juga stabil dan konsisten saat race.
Honda HRC Castrol MotoGP 2026 kembali mempercayakan misi kebangkitan mereka kepada dua pembalap dengan karakter yang saling melengkapi.
Joan Mir, pembalap asal Spanyol kelahiran 1 September 1997, memasuki musim 2026 dengan status juara dunia dua kali—Moto3 2017 dan MotoGP 2020.
Dikenal sebagai late breaker dengan gaya balap agresif namun sangat taktis, Mir mengandalkan kecerdasan membaca situasi balapan serta konsistensi ritme.
Target utamanya musim ini adalah kembali meraih kemenangan dan membawa Honda kembali ke papan atas MotoGP.
Sementara itu, Luca Marini hadir sebagai figur teknis penting di dalam garasi Honda.
Pembalap Italia kelahiran 10 Agustus 1997 ini meraih prestasi terbaiknya sebagai runner-up Moto2 2020.
Marini dikenal memiliki pendekatan analitis dengan presisi tinggi serta kemampuan memberikan umpan balik teknis yang detail dan akurat.
Pada MotoGP 2026, ia membidik podium pertamanya bersama Honda, sekaligus berperan besar dalam pengembangan RC213V.
Kombinasi pengalaman juara dunia Joan Mir dan kecermatan teknis Luca Marini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Honda HRC Castrol untuk kembali bersaing secara konsisten di barisan depan.
Perlahan namun pasti, Honda mulai keluar dari bayang-bayang keterpurukan.
Konsistensi poin di akhir musim lalu serta progres teknis yang jelas membuat mereka tak bisa lagi diremehkan.
Meski dominasi pabrikan Eropa seperti Ducati dan KTM masih kuat, Honda kini datang dengan modal yang lebih matang perpaduan pembalap berpengalaman, arah pengembangan yang jelas, dan stabilitas tim.
Honda HRC Castrol MotoGP 2026 pun hadir bukan hanya dengan livery baru, tetapi juga mentalitas baru.
Musim ini berpotensi menjadi titik balik penting sebelum revolusi besar MotoGP 2027 dimulai.