Overview
SulawesiPos.com, Mattighofen – MotoGP musim 2026 menandai babak baru yang tidak biasa dalam karier Maverick Vinales.
Bukan sekadar kepindahannya ke ekosistem KTM melalui tim Tech3, melainkan kehadiran sosok Jorge Lorenzo di balik layar yang menjadi sorotan utama pramusim kali ini.
Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai pembalap dengan performa yang fluktuatif, Vinales kini mengakui bahwa dirinya tengah menjalani proses “revolusi diri” di bawah bimbingan sang juara dunia lima kali tersebut.
Pencerahan di Luar Kecepatan Murni Bagi Vinales, bekerja sama dengan Lorenzo bukan sekadar soal mencari racing line yang lebih tajam.
Ia menyebut kemitraan ini sebagai sebuah “pencerahan” personal.
Lorenzo memaksa Vinales untuk menggali aspek-aspek yang selama ini ia abaikan, terutama manajemen mental.
“Saya memiliki energi yang meluap-luap, dan Jorge mengajarkan saya untuk mengendalikannya,” ujar Vinales.
Salah satu metode yang diterapkan adalah meditasi, sebuah disiplin yang awalnya dianggap sulit oleh pembalap berjuluk Top Gun tersebut.
“Menurunkan putaran mesin dalam kepala saya jauh lebih sulit daripada melakukannya di lintasan. Tapi inilah kunci untuk tampil konsisten di 22 seri musim ini.”
Menjawab Tantangan “Bakat vs Kerja Keras” Kontroversi kecil sempat muncul ketika Lorenzo menyebut Vinales memiliki bakat alam yang lebih besar dibandingkan sensasi muda, Pedro Acosta.
Menanggapi hal tersebut, Vinales menunjukkan kedewasaan yang baru.
Ia tidak jemawa, justru memberikan refleksi diri yang tajam: “Bakat tanpa manajemen yang tepat tidak akan menghasilkan gelar juara dunia. Saya sudah membuktikan bisa menang dengan motor apa pun, tapi saya belum membuktikan bisa melakukannya setiap minggu. Target saya dengan Jorge adalah mereplikasi performa seperti di Austin di setiap balapan.”
Kondisi Fisik dan Ambisi Kursi Utama 2027 Selain transformasi mental, Vinales mengonfirmasi bahwa cedera bahu yang menghambatnya tahun lalu telah pulih total.
Dengan kondisi fisik 100%, ia merasa jauh lebih siap menghadapi tes Sepang dibandingkan saat pertama kali mencoba KTM tahun lalu.
Meskipun rumor kepindahannya ke tim pabrikan KTM untuk tahun 2027 mulai berhembus kencang, Vinales memilih untuk tetap membumi.
Ia sadar bahwa kursi oranye tersebut hanya bisa didapatkan dengan bukti di atas aspal. “Tahun ini adalah audisi besar.
Saya ingin memberikan 105 persen untuk KTM. Fokus saya bukan kontrak 2027, tapi memastikan lampu start di balapan pertama menyala dan saya berada di barisan depan,” pungkasnya. overview