Categories: Sport

Hamilton Sebut Shakedown Ferrari SF-26 Jadi Ujian Berat di Awal Era F1 2026

Overview

  • Ferrari menjalani shakedown SF-26 di tengah hujan Barcelona.
  • Lewis Hamilton menilai sesi awal penuh tantangan, namun tetap memberikan data penting di tengah perubahan regulasi besar F1 2026.

SulawesiPos.com – Ferrari akhirnya membawa SF-26 ke lintasan dalam rangkaian shakedown pramusim F1 2026, namun kondisi cuaca langsung menguji kesiapan tim asal Maranello tersebut.

Hujan yang turun sejak pertengahan pagi membuat program pengujian tidak berjalan ideal, meski tetap menghasilkan data penting untuk pengembangan mobil.

Setelah sebelumnya hanya melakukan demo singkat sejauh 15 km di Fiorano, Ferrari menunda keterlibatan penuh hingga sesi shakedown di Barcelona.

Mereka memilih turun lintasan pada Selasa (27/1/2026), saat sebagian besar tim lain justru menghindari risiko akibat prakiraan cuaca buruk.

Hanya Red Bull yang tercatat ikut menjalani sesi di hari yang sama.

Charles Leclerc sempat merasakan trek kering di awal sesi, tetapi situasi berubah cepat ketika hujan mulai mengguyur.

Sejak itu, mayoritas putaran dilakukan dalam kondisi basah, menuntut adaptasi setelan dan strategi ban.

Lewis Hamilton mengakui situasi tersebut membuat hari pertama terasa berat, tetapi tetap bernilai.

“Kondisinya jauh dari ideal, tapi kami tetap memperoleh banyak pelajaran. Fokus utama kami adalah memahami respons ban dan keseimbangan mobil di trek basah,” ujar Hamilton.

Menurut pencatatan tidak resmi, Ferrari mampu membukukan lebih dari 120 lap.

Jumlah itu dinilai cukup mengingat beberapa kali sesi terhenti oleh red flag.

Musim 2026 menandai revolusi teknis di F1.

Regulasi baru menghadirkan konsep aerodinamika aktif, porsi tenaga mesin yang hampir seimbang antara pembakaran internal dan listrik, serta sistem manajemen energi yang lebih kompleks.

Perubahan besar seperti ini terakhir terjadi pada 2014 saat era turbo-hybrid dimulai, yang kala itu diwarnai banyak persoalan reliabilitas.

Dibandingkan periode tersebut, Ferrari menilai start mereka kali ini relatif mulus.

Hamilton menilai lolos dari hari pertama tanpa gangguan besar merupakan sinyal positif.

“Dengan perubahan sebesar ini, segalanya bisa jauh lebih rumit. Fakta bahwa kami hanya menemui isu kecil adalah hal yang patut disyukuri,” katanya.

Salah satu catatan penting dari Hamilton adalah karakter aerodinamika mobil baru.

Ia merasakan tingkat downforce lebih rendah dibanding mobil generasi sebelumnya.

Namun, gejala porpoising yang sempat menjadi momok di awal era ground effect tidak terasa signifikan.

Meski belum bisa memberi penilaian penuh karena mayoritas sesi berlangsung di trek basah, Hamilton melihat potensi positif dari paket baru Ferrari.

Menurut juara dunia tujuh kali itu, regulasi anyar membuat seluruh tim berada di titik awal yang relatif setara.

Kunci sukses akan terletak pada kecepatan pengembangan dan kecerdasan mengelola energi.

Ia menilai situasi ini membuka peluang bagi banyak tim untuk bersaing di barisan depan, bukan hanya dominasi satu atau dua tim saja.

Ferrari kini akan memanfaatkan data awal ini untuk penyempurnaan sebelum tes resmi berikutnya.

Dengan musim 2026 yang menjanjikan perubahan peta persaingan, setiap kilometer pengujian menjadi sangat krusial.

Kristio D. Reski

Share
Published by
Kristio D. Reski
Tags: F1 Ferrari Formula One Lewis Hamilton