Overview
Sulawesipos.com, Barcelona — Penantian panjang dunia Formula 1 akhirnya terbayar.
Tepat sebelum lampu hijau menyala di pitlane Sirkuit Barcelona-Catalunya, Oracle Red Bull Racing resmi menurunkan RB22 untuk pertama kalinya dalam uji coba pramusim F1 2026, Senin (26/1/2026).
Mobil ini bukan sekadar penerus, melainkan simbol awal era baru Red Bull di bawah regulasi teknis F1 2026 yang sepenuhnya berubah.
Berbeda dari peluncuran livery statis di Detroit beberapa pekan lalu, RB22 yang turun di Barcelona merupakan spesifikasi balap penuh.
Setiap detailnya dirancang untuk menjawab tantangan regulasi baru—mulai dari efisiensi energi, aerodinamika aktif, hingga keseimbangan performa jangka panjang.
Sorotan utama tertuju pada unit daya Red Bull Ford DM01, mesin generasi terbaru yang menandai kembalinya Ford sebagai mitra teknis pabrikan di Formula 1.
Nama DM01 dipilih sebagai penghormatan bagi pendiri Red Bull, Dietrich Mateschitz.
Rasio Tenaga 50:50 antara mesin pembakaran internal (ICE) dan motor listrik, menuntut presisi manajemen energi di setiap lap.
Aerodinamika Aktif pada sayap depan dan belakang, memungkinkan perubahan sudut secara dinamis demi menyeimbangkan downforce dan kecepatan lurus.
Pendekatan ini menjadikan RB22 sebagai salah satu mobil paling kompleks yang pernah dikembangkan Red Bull.
Red Bull memadukan pengalaman dan regenerasi. Max Verstappen, empat kali juara dunia, dipercaya memimpin pengembangan RB22 di lintasan.
Umpan baliknya menjadi krusial dalam fase awal adaptasi regulasi baru.
Di sisi lain, Isack Hadjar menjalani debutnya bersama tim utama.
Promosi pembalap muda Prancis itu menjadi bukti keberlanjutan program junior Red Bull setelah performa solidnya bersama Racing Bulls.
Kombinasi Verstappen–Hadjar menghadirkan dinamika unik antara stabilitas juara dan energi generasi baru.
Uji coba pramusim F1 2026 memberi seluruh tim waktu terbatas untuk mengumpulkan data krusial.
Red Bull dipastikan memanfaatkan sesi ini untuk, menguji reliabilitas unit daya DM01, memahami karakter aerodinamika aktif dan menyempurnakan transisi tenaga ICE–listrik di berbagai skenario lintasan
Hasil di Barcelona akan menjadi fondasi penting sebelum RB22 benar-benar diuji dalam atmosfer kompetitif balapan perdana musim 2026.