Overview
SulawesiPos.com – Peluncuran livery spesial Ducati bukan hanya perayaan ulang tahun ke-100.
Lebih dari itu, desain baru Desmosedici GP26 menjadi simbol perpisahan dengan era kejayaan MotoGP 1000 cc yang selama ini didominasi pabrikan Bologna.
Musim 2026 menempatkan Ducati dalam posisi unik: merayakan satu abad berdiri, sekaligus memasuki musim terakhir sebelum revolusi regulasi teknis 2027.
Tak heran, Ducati memilih pendekatan emosional dalam desain motornya.
Warna merah gelap “Rosso Centenario” dipilih bukan sekadar estetika.
Ini adalah pengingat bahwa Ducati berawal dari industri radio pada 1926, sebelum menjelma menjadi raksasa balap motor dunia.
Kembalinya dominasi warna putih juga sarat makna. Kombinasi ini membawa memori era Casey Stoner 2007 — musim yang mengubah Ducati dari penantang menjadi juara dunia.
Dua garis putih yang membentang dari depan hingga buritan motor melambangkan perjalanan panjang Ducati: dari bengkel kecil di Bologna hingga puncak MotoGP.
Desain ini secara tidak langsung menegaskan identitas Ducati sebagai pabrikan yang menjadikan sejarah sebagai kekuatan, bukan beban.
Desmosedici GP26 akan tercatat dalam sejarah sebagai motor Ducati terakhir bermesin 1000 cc.
Era ini adalah periode emas Borgo Panigale, ditandai dengan Inovasi aerodinamika ekstrem, Dominasi teknis Gigi Dall’Igna, Enam gelar dunia sejak 2007.
Mulai 2027, MotoGP beralih ke mesin 850 cc dengan aerodinamika yang dibatasi.
Dunia balap akan berubah, dan Ducati ingin menutup era lama dengan identitas yang kuat.
Musim ini, Marc Marquez mengendarai motor peringatan satu abad Ducati.
Secara simbolik, Ducati menempatkan pembalap tersukses era modern sebagai wajah sejarah mereka.
Target Marquez bukan hanya gelar juara, tetapi mencetak mahkota ke-10 sepanjang karier.
Jika berhasil, Ducati bukan hanya merayakan ulang tahun, tetapi mengabadikan musim 2026 sebagai titik kulminasi kejayaan mereka di MotoGP.
Di balik kemegahan livery, tersimpan tekanan besar. Francesco Bagnaia menghadapi musim paling menentukan sejak masuk tim pabrikan.
Desain baru pada nomor 63 menunjukkan tekad mempertahankan status juara di tengah bayang-bayang Marquez.
Dengan bursa pembalap 2027 semakin dekat, performa Bagnaia akan menentukan masa depannya di Ducati.
Peluncuran ini juga terjadi saat industri sepeda motor Eropa dilanda perlambatan ekonomi.
Karena itu, Ducati harus sempurna di dua front, tetap dominan di lintasan, dan stabil secara bisnis di luar sirkuit.
GP26 bukan sekadar motor balap, melainkan alat branding global untuk menjaga citra Ducati sebagai pemimpin teknologi dan sejarah.