Overview
SulawesiPos.com – Ducati tidak ingin mengulang kesalahan pabrikan besar yang gagal mempertahankan ikon mereka.
Karena itu, pabrikan Borgo Panigale bergerak cepat mengunci Marc Marquez hingga 2028, sebuah langkah strategis yang menegaskan ambisi membangun dinasti baru di MotoGP.
Menurut informasi yang beredar, kesepakatan perpanjangan kontrak dua musim telah tercapai dan hanya tinggal menunggu pengumuman resmi sebelum musim dimulai.
Keputusan ini menunjukkan bahwa Ducati melihat Marquez bukan sekadar pembalap cepat, tetapi fondasi utama proyek jangka panjang mereka.
Sejak bergabung dengan keluarga Ducati, performa Marc Marquez langsung mengubah peta persaingan.
Dari kebangkitan bersama Gresini hingga dominasi bersama tim pabrikan, pembalap Spanyol itu membuktikan bahwa dirinya masih menjadi tolok ukur tertinggi MotoGP.
Dalam satu musim penuh bersama tim resmi, Marquez langsung mengoleksi 11 kemenangan balapan utama,15 podium, 8 pole position, 15 kemenangan sprint.
Statistik ini membuat Ducati tak ragu menjadikannya pusat proyek hingga usia 35 tahun.
Bagi Ducati, mempertahankan Marquez berarti menjaga stabilitas teknis dan marketing sekaligus. Sosok #93 tetap menjadi magnet sponsor dan penggemar global.
MotoGP 2027 diprediksi akan menjadi musim “perang kontrak”.
Hampir seluruh pembalap elite akan habis masa kerjanya. Dalam situasi seperti ini, Ducati memilih mengamankan aset terbesarnya lebih awal.
Langkah ini memberi dua keuntungan besar, Ducati tidak terganggu drama pasar pembalap.
Fokus penuh bisa diarahkan ke pengembangan motor dan kejuaraan.
Dengan Marquez sudah aman, Ducati memiliki posisi tawar kuat dalam menentukan siapa pendamping ideal di garasi pabrikan.
Keputusan Marquez bertahan otomatis mempersempit kursi elite MotoGP. Satu tempat paling prestisius di grid kini tertutup hingga 2028.
Situasi ini memicu efek domino, Pedro Acosta semakin agresif mencari kursi pabrikan.
Fabio Quartararo terdesak mencari proyek kompetitif.
Francesco Bagnaia berada dalam tekanan performa tinggi.
Pasar pembalap kini bergerak mengelilingi Ducati, bukan sebaliknya.
Dalam satu dekade terakhir, Ducati berubah dari penantang menjadi penguasa.
Mengikat Marquez hingga 2028 menandai fase baru Ducati bukan lagi tim yang memburu juara, melainkan tim yang membangun era.
Jika Valentino Rossi dulu identik dengan Yamaha, dan Marc Marquez dengan Honda, Ducati kini berambisi menciptakan era Marquez versi merah.
MotoGP bukan hanya soal kecepatan, tetapi tentang kekuasaan jangka panjang.
Dan Ducati baru saja menancapkan benderanya paling depan.