Pebulu tangkis tunggal putra Singapura, Loh Kean Yew tampak menunjukkan hewan liar di atap lapangan. (ig lohkeanyew/Tangkapan layar)
Overview
SulawesiPos.com — Pelaksanaan India Open 2026 menjadi sorotan tajam publik bulu tangkis dunia setelah pebulu tangkis tunggal putra Singapura, Loh Kean Yew, menyinggung kondisi lapangan pertandingan yang dinilai tidak layak.
Melalui cuplikan visual yang beredar luas di media sosial, Loh Kean Yew tampak menunjukkan permukaan lapangan yang kotor akibat kotoran burung, situasi yang dianggap dapat mengganggu kenyamanan sekaligus keselamatan atlet.
Tak hanya kotoran burung di area permainan, perhatian juga tertuju pada keberadaan burung yang bebas beterbangan di dalam arena.
Berdasarkan dokumentasi visual lain, terlihat seekor burung berada di rangka atap arena pertandingan di New Delhi, India, yang diduga menjadi penyebab utama jatuhnya kotoran ke permukaan lapangan hijau, bahkan berada dekat garis permainan.
Kondisi lapangan merupakan faktor krusial dalam pertandingan bulu tangkis level dunia.
Permukaan yang tidak steril berisiko memengaruhi konsentrasi pemain, kualitas permainan, hingga meningkatkan potensi cedera akibat terpeleset saat reli berlangsung.
Karena itu, insiden ini langsung memicu reaksi luas dari penggemar dan komunitas bulu tangkis internasional.
Sebagai salah satu turnamen bergengsi dalam kalender BWF, India Open seharusnya memenuhi standar tinggi, baik dari aspek teknis maupun nonteknis, termasuk kebersihan dan keamanan arena.
Insiden ini pun menimbulkan pertanyaan terkait kesiapan serta pengawasan penyelenggara terhadap venue pertandingan.
Banyak pihak berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi panitia lokal maupun federasi terkait, agar peristiwa serupa tidak kembali terulang pada turnamen internasional mendatang.
Profesionalisme penyelenggaraan dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga kredibilitas dan kualitas ajang bulu tangkis kelas dunia.