Bek Como Jacobo Ramon dan Kaiki Bruno cetak gol, David Romero memperkecil skor pada masa tambahan waktu. Parma dipaksa pulang dengan kekalahan 1-2 pada pekan keempat Serie A di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Selasa dinihari (15/9/2026). dok/comofootball
SulawesiPos.com – Como mengalahkan Parma 2-1 pada pekan keempat Serie A di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Selasa dinihari (15/9/2026).
Bek Jacobo Ramon dan Kaiki Bruno mencetak gol bagi tuan rumah, sedangkan David Romero memperkecil skor pada masa tambahan waktu untuk Parma yang masih mencari kemenangan pertamanya musim ini.
Como membuka keunggulan pada menit ke-23 melalui Ramon setelah sepak pojok tidak mampu dibersihkan lini belakang Parma.
Bola hasil umpan silang Nico Paz jatuh di area tiang jauh dan diselesaikan Ramon dari jarak dekat.
Parma nyaris menyamakan kedudukan menjelang turun minum, tetapi sundulan Simone Lontani melayang tipis di atas mistar.
Peluang lain tim tamu tercipta pada babak kedua ketika Romero menyambar umpan Emanuele Valeri, tetapi bola membentur tiang.
Como menambah keunggulan pada menit ke-83 melalui Kaiki Bruno.
Setelah dua percobaan Jesús Rodríguez diblok, bola liar dalam kemelut di kotak penalti jatuh ke arah Kaiki yang kemudian menuntaskannya dari jarak dekat.
Parma baru memperkecil skor pada menit 90+2.
Pontus Almqvist bergerak di sisi kanan sebelum mengirim umpan tarik yang disambar Romero ke sudut bawah gawang Robert Sánchez.
Gol tersebut membuat akhir pertandingan menegang, tetapi Como menjaga keunggulan hingga peluit akhir.
Kemenangan ini mengangkat koleksi Como menjadi 10 poin dari empat laga, sedangkan Parma tetap mengoleksi satu poin.
Ramon membuka jalan Como saat Parma gagal mengantisipasi situasi bola mati, sedangkan Kaiki memastikan kemenangan setelah tuan rumah terus menekan pada babak kedua.
Nico Paz, Yan Couto, dan Kaiki beberapa kali menciptakan ancaman sebelum Como menggandakan skor.
Kiper Parma Edoardo Corvi juga menggagalkan sejumlah peluang, termasuk ketika keluar dari sarangnya untuk menepis upaya Yan Couto.
Como menjalani pertandingan ini empat hari setelah menang 4-1 atas RB Leipzig pada debut Liga Champions.
Pelatih Cesc Fabregas sebelumnya mengingatkan skuadnya agar tidak larut dalam euforia Eropa dan tetap menjaga standar di Serie A.
“Kami adalah tim muda. Energi Liga Champions memberi dorongan kepada kami, tetapi saya akan sangat marah jika setelah itu kami tidak memberikan segalanya di Serie A,” kata Fabregas sebelum pertandingan, dalam terjemahan bahasa Indonesia.
“Saya senang, tetapi itu hanya bertahan lima menit karena kami harus menyiapkan pertandingan melawan Parma. Serie A tetap menjadi target paling penting,” lanjutnya setelah kemenangan atas Leipzig, juga dalam terjemahan bahasa Indonesia.
Parma sebenarnya mampu memberi perlawanan pada beberapa fase pertandingan, terutama setelah jeda.
Romero menjadi pusat ancaman dengan satu peluang yang membentur tiang sebelum akhirnya mencetak gol pada masa tambahan waktu.
Namun, gol kedua Como membuat Parma terlalu lama tertinggal dua gol.
Tim asuhan Carlos Cuesta kini baru mencetak dua gol dan mengoleksi satu poin dari empat pertandingan Serie A.