Categories: Sepakbola

Calvin Verdonk Belum Debut di Liga Champions, Rekor Indonesia Tertunda

SulawesiPos.com – Calvin Verdonk belum menjalani debut di Liga Champions setelah tidak dimainkan saat LOSC Lille kalah 2-3 dari Real Betis di Stade Pierre-Mauroy, Rabu (9/9/2026) dini hari WIB.

Bek Timnas Indonesia itu masuk daftar cadangan, tetapi tetap berada di bangku pemain hingga laga pertama fase liga berakhir.

Keputusan tersebut menunda peluang Verdonk menjadi pemain berstatus warga negara Indonesia pertama yang tampil pada fase utama Liga Champions.

Lille sebelumnya menyambut keikutsertaannya dalam skuad kompetisi Eropa sebagai peluang mencetak sejarah bagi sepak bola Indonesia.

Verdonk menjadi salah satu pilihan di bangku cadangan ketika pelatih Davide Ancelotti memasang Romain Perraud sebagai bek kiri.

Saat Lille membutuhkan perubahan pada pengujung laga, Ancelotti memilih memasukkan Basar Onal untuk menggantikan Perraud pada menit ke-88.

Tidak ada keterangan resmi dari Lille maupun Ancelotti yang secara khusus menjelaskan alasan Verdonk tidak diturunkan.

Karena itu, absennya pemain berusia 29 tahun tersebut tidak dapat dikaitkan dengan kondisi kebugaran atau keputusan taktis tertentu tanpa penjelasan klub.

Lille masih memiliki tujuh pertandingan pada fase liga.

Verdonk tetap berpeluang membukukan penampilan pertamanya sekaligus mencatat rekor tersebut pada laga-laga berikutnya.

Lille Kehilangan Keunggulan Dua Kali

Lille sebenarnya dua kali memimpin dalam pertandingan melawan Betis.

Ayase Ueda membuka skor pada menit ke-12 melalui sundulan setelah menerima umpan Ethan Mbappe.

Marc Bartra menyamakan kedudukan pada menit ke-33, tetapi Alexsandro mengembalikan keunggulan Lille tiga menit kemudian.

Skor 2-1 bertahan hingga turun minum.

Betis mengubah arah pertandingan pada awal babak kedua.

Bartra mencetak gol keduanya pada menit ke-49 sebelum Troy Parrott membawa tim tamu berbalik unggul 3-2 pada menit ke-53.

Upaya Lille mengejar skor semakin berat setelah Ethan Mbappe menerima kartu merah langsung pada menit ke-56.

Tuan rumah bermain dengan 10 orang hingga pertandingan berakhir.

Kapten Lille Benjamin Andre menilai timnya kehilangan kendali pada 15 menit pertama selepas jeda.

“Setelah kembali dari turun minum, saya kira kami melewati 15 menit ketika kami benar-benar kehilangan permainan,” kata Andre kepada pemegang hak siar, dalam terjemahan bahasa Indonesia.

“Dalam 10 menit, kami membuat pertandingan menjadi sangat sulit bagi diri sendiri. Kami sudah melakukan bagian tersulit dengan dua kali memimpin. Ini kekecewaan besar,” lanjutnya.

Ancelotti Soroti Kegagalan Mengelola Tekanan

Ancelotti mengatakan Lille sempat menampilkan permainan yang diinginkannya pada babak pertama.

Namun, dua gol cepat Betis dan kartu merah setelah jeda membuat tuan rumah gagal mempertahankan kendali.

“Kami memberi Betis banyak masalah pada babak pertama dengan memainkan sepak bola yang kami sukai. Kami ingin bermain seperti itu,” ujar Ancelotti kepada Canal Plus, dalam terjemahan bahasa Indonesia.

Pelatih asal Italia tersebut menilai Liga Champions menuntut pemain tetap tenang ketika pertandingan tidak berjalan sesuai rencana.

“Dalam kompetisi ini, ada banyak momen ketika bukan Anda yang mengendalikan pertandingan. Anda harus mampu mengelola frustrasi. Hari ini kami tidak mampu melakukannya,” katanya.

Ancelotti menyebut kesalahan kecil dibayar mahal oleh Lille.

Kekalahan tersebut membuat klub Prancis itu memulai fase liga tanpa poin, sedangkan Betis membawa pulang tiga angka pada penampilan pertamanya di Liga Champions setelah absen selama 21 tahun.

Kristio D. Reski

Share
Published by
Kristio D. Reski
Tags: Timnas Indonesia Real Betis Liga Champions Calvin Verdonk losc lille Davide Ancelotti Lille vs Real Betis