Mantan Pelatih PSM Makassar Syamsuddin Umar
SulawesiPos.com — Penampilan PSM Makassar usai menghadapi Persib Bandung menuai sorotan tajam dari mantan pelatih Juku Eja sekaligus mantan asisten pelatih Timnas Indonesia, Syamsuddin Umar.
Menurutnya, kendati skuad asuhan Darije Kalezic ini memiliki materi pemain yang cukup menjanjikan, ketidaksiapan di masa persiapan awal kompetisi terlihat jelas menjadi ganjalan utama di lapangan.
Syamsuddin yang ditemui SPos, di Warkop Dg Anas, Makassar, Senin (7/9/2026), menjelaskan bahwa tim-tim yang memiliki masa persiapan matang sejak fase prakompetisi, seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Borneo FC, tampil jauh lebih mapan.
Sebaliknya, PSM yang skuadnya relatif baru berkumpul masih kesulitan membangun kekompakan tim, sehingga pemahaman taktik dalam menyerang, bertahan, hingga fase transisi permainan dinilai belum sepenuhnya padu.
Faktor stamina dan kedalaman taktik juga menjadi titik lemah krusial. PSM sejatinya mampu mengawali laga dengan baik lewat penguasaan bola dan pressing agresif, namun intensitas tersebut merosot drastis memasuki babak kedua seiring terlambatnya rotasi pemain ketika beberapa pilar mulai kehabisan tenaga.
“Kelihatannya daya tahan pemain itu tidak bisa konsisten. Di awal-awal cukup bagus dalam hal memainkan bola, transisi, dan pressure. Tetapi setelah itu mulai menurun. Sepak bola sekarang kan pressure lawan pressure, ini memerlukan tenaga,” ungkap pelatih yang dua kali membawa PSM juara.
Dari sisi komposisi teknis lini tengah, Syamsuddin menyoroti minimnya variasi peran pemain.
Skuad Juku Eja dinilai telah memiliki tipikal gelandang perusak yang tangguh memutus alur serangan lawan, namun belum menemukan figur jenderal lapangan tengah yang mampu mendikte alur bola dan menyuplai umpan matang ke lini depan.
“Di lapangan tengah itu sudah ada yang perusak, pemain yang bisa merusak ritme permainan lawan. Tetapi tidak ada yang bisa mendesain, tidak ada kreator di situ untuk mengatur ritme,” tambahnya.
Menatap dua pertandingan kandang selanjutnya di Parepare menghadapi Arema FC dan Persita Tangerang, Syamsuddin mengingatkan skuad PSM untuk segera berbenah dan tidak larut dalam kekecewaan.
Terlebih, laga penting tersebut harus dilakoni tanpa kehadiran penonton di stadion, sehingga dibutuhkan perhitungan taktik yang matang, rotasi yang efektif, serta kedisiplinan menjaga selisih gol demi mengamankan posisi klasemen hingga akhir musim.