Presiden Red Gank, Suporter PSM Makassar, Sulkarnain (Zul Daeng Kulle)
SulawesiPos.com – Kelompok suporter PSM Makassar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal Pasukan Ramang meski klub tengah menghadapi masa sulit akibat performa buruk musim lalu dan jeratan sanksi operator liga.
Menutup kompetisi musim 2025/2026 di papan bawah klasemen serta menanggung beban denda, Juku Eja dinilai membutuhkan optimalisasi pendapatan mandiri lewat penjualan tiket pertandingan dan cendera mata resmi, sembari menuntaskan persoalan internal tim.
Presiden Red Gank, Sulkarnain atau akrab disapa Zul Dg Kulle, yang ditemui SPos, Rabu (2/9/2026), menyatakan bahwa loyalitas pendukung tidak boleh surut hanya karena tim sedang terpuruk di lapangan.
Ia menekankan pentingnya kehadiran suporter di stadion untuk menjaga denyut finansial dan moril tim, meski manajemen juga dituntut bijak menyiasati kendala jarak laga kandang di Parepare demi mendongkrak rata-rata penonton yang sempat merosot hingga kisaran 2.000 orang per laga.
“Dari sisi suporter, kami sepakat bahwa suporter harus tahu diri dan tetap hadir dalam kondisi apa pun, bukan hanya saat tim merayakan kemenangan. Manajemen juga perlu bijak melihat kondisi suporter terkait jarak ke Parepare, serta mengajak pemerintah daerah sekitar seperti Sidrap, Barru, dan Pinrang untuk berkolaborasi,” ujar Zul yang mendirikan Red Gank bersama kawannya di tahun 2004 lalu.
Selain persoalan komersial tiket dan lokasi laga kandang, aspek stabilitas internal manajemen turut menjadi sorotan tajam demi menjaga konsistensi permainan di atas lapangan.
Sementara menurut Komunitas Dottoro Suporter (KDS) PSM, dr. Ilham Iskandar, Sp.PD, mengingatkan manajemen agar persoalan klasik seperti tunggakan hak pemain dan ofisial tidak kembali menjadi batu sandungan bagi kiprah Pasukan Ramang.
“PSM harus fokus untuk memenangkan tiap pertandingannya, persoalan non teknis kami harap tidak ikut mempengaruhi tim untuk menorehkan prestasi yang membanggakan bagi suporter dan pencinta PSM,” tegas dr. Ilham.
Kombinasi antara pembenahan manajemen operasional, penyelesaian kendala non-teknis, serta inovasi penjualan tiket dan cendera mata resmi di kawasan penyangga Parepare diharapkan mampu menjadi solusi menyeluruh bagi PSM Makassar.
Upaya ini dinilai krusial agar klub kebanggaan Sulawesi Selatan tersebut tidak hanya sehat secara finansial, tetapi juga kembali kompetitif di papan atas kompetisi sepak bola nasional.