PSM Makassar resmi memperkenalkan jersey yang akan digunakan untuk mengarungi kompetisi Super League 2026/2027 dalam rangkaian PSM Fest 2026 di Pantai Indah Bosowa, Makassar, Minggu (30/8/2026). Foto: ammang/SPos
SulawesiPos.com – PSM Makassar resmi memperkenalkan jersey yang akan digunakan untuk mengarungi kompetisi Super League 2026/2027. Seragam anyar tersebut diluncurkan dalam rangkaian PSM Fest 2026 di Pantai Indah Bosowa, Makassar, Minggu (30/8/2026).
Peluncuran jersey berlangsung bersamaan dengan perkenalan skuad Juku Eja untuk musim baru.
Agenda tersebut turut dihadiri pemain, jajaran pelatih, manajemen klub, serta para suporter.
Untuk musim ini, PSM kembali menggandeng Adidas sebagai apparel resmi.
Jersey kandang tetap mempertahankan warna merah sebagai identitas Pasukan Ramang, dengan elemen kapal Phinisi yang menjadi simbol keterikatan klub dengan Kota Makassar.
Dari sisi tampilan, seragam terbaru mengusung desain yang lebih sederhana dan modern.
Minimnya elemen tambahan membuat karakter utama PSM terlihat lebih menonjol.
PSM menyiapkan empat jenis jersey untuk musim 2026/2027, yakni home, away, third, dan special edition.
Direktur Komersial PSM Makassar, Hafit Timor Mas’ud, mengatakan kerja sama dengan Adidas berlanjut pada musim ini dengan menghadirkan sejumlah pembaruan desain.
“InsyaAllah kita akan bersama Adidas untuk musim 2026/2027. Pastinya desain baru (jersey). Ada jersey home, away, ada jersey ketiga dan juga pas ulang tahun ada special edition, jersey khusus HUT PSM Makassar dan Kota Makassar pada November,” kata Hafit.
Menurut Hafit, unsur kapal Phinisi masih dipertahankan dalam desain seragam PSM. Namun, klub menyiapkan sentuhan berbeda untuk jersey edisi khusus.
“Masih dengan kapal pinisi, cuma ada surprise di jersey special edition,” ujarnya.
Jersey spesial tersebut akan berkaitan dengan dua momentum penting pada November 2026. PSM Makassar akan merayakan HUT ke-111 pada 2 November, sedangkan Kota Makassar memperingati hari jadinya yang ke-418 pada 9 November.
Desain baru tersebut mendapat perhatian dari suporter yang hadir langsung dalam acara peluncuran.
Dhani, salah seorang suporter PSM yang menyaksikan PSM Fest 2026 di Pantai Indah Bosowa, menilai tampilan seragam musim ini memiliki karakter yang berbeda dibandingkan musim sebelumnya.
“Desain jersey kali ini terlihat sederhana, namun tetap elegan,” ujar Dhani.
Meski menyukai tampilan jersey yang diperkenalkan, ia mengaku masih penasaran dengan seragam edisi khusus yang akan dirilis bertepatan dengan momentum ulang tahun PSM dan Kota Makassar.
“Saya masih menantikan jersey edisi khusus HUT PSM dan Kota Makassar. Mudah-mudahan desainnya lebih spesial,” lanjutnya.
Peluncuran seragam musim baru juga menjadi momentum kembalinya Darije Kalezic ke kursi pelatih PSM Makassar.
Kalezic sebelumnya pernah menangani Juku Eja dan kini kembali memimpin tim setelah delapan tahun meninggalkan klub. Kehadirannya mendapat sambutan dari para suporter yang memadati lokasi acara.
Dalam kesempatan tersebut, Darije menyampaikan alasan emosional di balik keputusannya kembali ke Makassar.
“Saya kembali ke tim ini setelah 8 tahun karena kalian semua, para suporter PSM Makassar,” ujar Darije Kalezic.
Kembalinya pelatih asal Bosnia dan Herzegovina itu menjadi salah satu bagian penting dalam persiapan PSM menghadapi musim 2026/2027.
Bagi PSM, seragam bukan sekadar perlengkapan pertandingan. Jersey menjadi bagian dari identitas klub sekaligus simbol hubungan antara tim dengan masyarakat dan pendukungnya.
Penggunaan warna merah serta elemen Phinisi memperkuat karakter Juku Eja sebagai klub yang tidak terpisahkan dari Makassar.
Sementara empat varian yang disiapkan memberikan pilihan berbeda untuk kebutuhan pertandingan maupun koleksi suporter.
Peluncuran tersebut sekaligus menandai dimulainya babak baru PSM menuju Super League 2026/2027.
Dengan skuad yang diperbarui, kembalinya Darije Kalezic, serta identitas visual baru, Juku Eja kini bersiap menghadapi persaingan musim kompetisi yang akan datang.